Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Christina Aryani: Sekolah Jadi Laboratorium Toleransi Dan Pluralisme
Rabu, 21 September 2022 17:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota MPR Christina Aryani menekankan pentingnya peran sentral sekolah sebagai laboratorium toleransi dan pluralisme. Sebagai laboratorium, sekolah adalah tempat terbaik mempelajari dan mempraktikkan nilai-nilai keberagaman.
Juga, saling menerima perbedaan, gotong royong dan persatuan meski berasal dari latar belakang agama, suku dan mungkin status sosial yang berbeda-beda.
"Saya meyakini sekolah adalah tempat ideal menghidupi semangat toleransi dan pluralisme. Relasi antar peserta didik, antara guru dan murid, juga antara sesama guru, termasuk juga hubungan antar sekolah dibangun dengan nilai-nilai toleransi. Ibaratnya sekolah menjadi laboratorium tempat individu belajar menghidupi toleransi dan pluralisme," ungkap Christina.
Baca juga : Forkonas PP DOB: Janji Pembukaan Moratorium Pemekaran Jangan Sekadar Angin Surga
Hal itu disampaikannya saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di hadapan siswa SMA Bunda Mulia Jakarta Pusat, Rabu (21/9).
Kata Christina, para siswa di sekolah-sekolah datang dari berbagai latar belakang berbeda, baik agama, suku, bahkan status sosial. Sama halnya para guru juga beragam.
"Lalu apa yang membuat mereka harus bersatu ya karena tujuan yang sama menghasilkan anak-anak Indonesia yang tidak saja pintar secara akademik tetapi juga perilakunya berdasarkan nilai-nilai Pancasila, toleransi, gotong royong, dan persaudaraan," sambungnya.
Baca juga : Urusan Beras Pabaliut
Maka, lanjut Christina, sangat disayangkan jika sekolah justru menjadi tempat tumbuh suburnya eksklusivisme atau pengelompokan identitas yang justru membawa bibit perpecahan.
"Kalau sekolah tidak kita rawat sebagai laboratorium toleransi dan pluralisme, siapa yang mau diharapkan untuk menjaga bangsa ini di masa depan? Indonesia masa depan sangat tergantung dari anak-anak sekolah hari ini. Peran mereka sangat sentral dan strategis. Kita harus jaga bersama," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama Manajer Program Yayasan Cahaya Guru, Muhammad Mukhlisin mendorong peran OSIS di sekolah agar menjalankan program kolaborasi dengan OSIS sekolah lain untuk bersama mempelajari keberagaman.
Baca juga : Lantik Pengurus DKI Jakarta, Seknas Puan Maharani Siap Gaet Kaum Perempuan Dan Milenial
"Makin sering berkolaborasi, saling tukar pengalaman akan semakin bagus. Pengalaman positif yang dihidupkan di antara komunitas OSIS juga akan memperkaya wawasan siswa tentang keberagaman. Ini harus terus didorong," ucapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya