Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Pertama, peningkatan kapasitas produksi pangan untuk komoditas pengendali inflasi. Seperti menggenjot produksi cabe dan bawang merah, serta mengurangi impor kedelai, jagung, gula tebu, dan daging sapi.
Kedua, pengembangan pangan substitusi impor seperti ubi kayu, sorgum, dan sagu untuk substitusi gandum dan pengembangan ternak domba/kambing dan itik untuk substitusi daging sapi.
Ketiga, peningkatan ekspor seperti sarang burung walet, porang, ayam, dan telur.
Baca juga : Santri Mesti Mampu Berkiprah Di Mana Saja
“Semua negara prihatin dengan kondisi yang ada, dan kita harus memberikan prioritas utama. Pertanian itu untuk makan dan tidak bisa ditunda-tunda, karena ini urusan makan rakyat,” ujarnya.
Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono mengatakan, acara kick off GNPIP merupakan salah satu upaya BI dalam pengendalian inflasi pangan di daerah.
Kegiatan ini juga merupakan aksi nyata mendukung pengendalian inflasi pangan dari sisi hulu-hilir. Ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden Jokowi dalam Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2022.
Baca juga : Bikin Belanja Pemerintah Terjamin, Penyesuaian Harga BBM Diapresiasi
“Proyeksi inflasi kita 6 hingga 7 persen sampai akhir tahun. Kita harus sama-sama menurunkan itu, karena ini bisa menurunkan daya beli masyarakat dan mampu berdampak pada kesejahteraan masyarakat kita,” jelasnya.
Doni menyebutkan upaya BI mengendalikan inflasi. Salah satunya dengan menjaga pasokan dan kelancaran distrubusi barang dan penguatan ketahanan pangan. Dalam upaya tersebut, BI berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat dan daerah.
Untuk menahan tingkat inflasi, BI melakukan beberapa upaya. Di antaranya menaikkan suku bunga, menjaga kestabilan nilai tukar, melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah serta membantu menjaga pasokan pangan.
Baca juga : Gubenur Jatim Dan Wadubes Inggris Resmikan Labor Canggih Surabaya
“Semoga ke depan upaya kita mampu mengendalikan inflasi dengan baik,” tutup Doni. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya