Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kontroversi KUHP Baru
Kemenlu RI Diminta Panggil Dubes Amrik
Sabtu, 10 Desember 2022 07:50 WIB
Sebelumnya
Sebelumnya, Dubes Sun Yong Kim mengkritik larangan zina, kumpul kebo, dan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) dalam KUHP yang baru disahkan DPR dan Pemerintah. Larangan dinilai itu berdampak negatif terhadap iklim investasi di Indonesia.
“Kami tetap prihatin bahwa pasal-pasal moralitas yang mencoba mengatur apa yang terjadi dalam rumah tangga antara orang dewasa yang saling menyetujui dapat berdampak negatif terhadap iklim investasi di Indonesia,” ujarnya dalam acara US-Indonesia Investment Summit di Mandarin Oriental Jakarta, Selasa (6/12).
Menurut Sung Kim, mengkriminalkan keputusan pribadi individu akan menjadi bagian besar dalam matriks keputusan banyak perusahaan dalam menentukan apakah akan berinvestasi di Indonesia atau tidak.
Baca juga : Kritik KUHP, Partai Garuda Pertanyakan Kapasitas Dubes AS
Hidayat bilang, seharusnya Dubes AS menghormati dan tidak mengintervensi, apalagi menakuti-nakuti dengan isu investasi. Sebab, setiap negara memiliki kedaulatannya sendiri dan akan melaksanakan atau memproteksi secara konstitusional nilai yang diyakni oleh masyarakatnya.
“Rusia juga membuat Undang-Undang melarang LGBT. Apakah Amerika mengkritik keras kebijakan Putin yang sahkan Undang-Undang Anti LGBT, dan menakut-nakutinya dengan isu HAM dan investasi?” tanya Politikus senior PKS ini.
Menurut HNW, sudah tidak zamannya lagi Amerika memaksakan nilai kepada negara lain. Hal tersebut dapat dikategorikan sebagai tindakan imperalisme HAM yang tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dan penerapan HAM yang perlu dilakukan melihat aspek lokalitas.
Baca juga : Tangkal Krisis Pangan, Kementan Diminta Optimalkan Produktivitas Petani
Ia meminta Amerika dapat mencontoh FIFA yang menghormati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat Qatar dalam perhelatan piala dunia, terkait aturan minuman keras dan larangan kampanye LGBT. Dan ternyata ketika itu dilaksanakan/diikuti termasuk oleh tim sepak bola AS, hasilnya positif saja untuk mewujudkan HAM dengan saling menghormati HAM pihak yang lain.
“Jadi, daripada sibuk mengurusi urusan negara lain, lebih baik dubes AS fokus untuk mengkritisi negerinya sendiri,” saran Legislaslator asal DKI Jakarta ini.
HNW berharap, Pemerintah Indonesia atau Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) segera memanggil Dubes AS tersebut karena sudah melampaui kewenangan dan tugas diplomatiknya, dengan secara terbuka mencampuri urusan domestik Indonesia.
Baca juga : Hakim Perintahkan KPK Panggil Paksa Saksi Kunci
HNW menyarankan Presiden Jokowi bisa melanjutkan sikap Presiden Soekarno yang menolak segala bentuk neokolonialisme dan menyatakan ‘Go To Hell with Your Aid. “Itu akan jadi legacy positif Presiden Jokowi,” tandasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya