Dark/Light Mode

Puji Program Kamtibmas Polri

DPR Singgung Kandidat Kapolri

Minggu, 25 Juni 2023 07:45 WIB
Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil. (Foto: Dok. Fraksi PKS)
Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil. (Foto: Dok. Fraksi PKS)

 Sebelumnya 
Karena itu, dia mendukung implementasi program Kabaharkam tersebut. Program tersebut akan sangat bagus dalam menciptakan polisi yang dicintai masyarakat. Termasuk mengubah mindset di personel kepolisian dalam ­penegakan hukum. “Jadi masya­rakat tidak lagi merasa takut. Tapi justru terlindungi dengan kehadiran polisi,” katanya.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan berpendapat, gagasan Komjen Fadil ini tidak bisa terwujud hanya hitungan tahun saja, tapi puluhan tahun. Karena itu program ini mesti tetap jalan meski Komjen Fadil tidak lagi di posisi Kabaharkam. “Pak Fadil kan tidak jadi Kabaharkam terus, mungkin bisa jadi Wakapolri. Nah itu program-program bapak diteruskan nggak?” tambahnya.

Baca juga : PDIP Siap Dukung Kaesang Di Depok

Sementara itu, Komjen Fadil mengingatkan kembali tujuan utama dibentuknya kepolisian adalah mencegah terjadinya kejahatan. Sayangnya, tujuan ini tampaknya lama sudah lama terlupakan atau dinomorduakan. Padahal, Indonesia adalah ­negara dengan jumlah penduduk yang besar, geopolitik dan sosial demografi yang kompleks.

Dia bilang, kepolisian harus memperkuat fungsi pencegahan kejahatan. Adapun program polisi RW ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat fungsi pencegahan tersebut. Sejatinya, program polisi RW ini sudah berjalan ketika dirinya menjabat Kapolda Metro Jaya. Ada program Sigahtan, ­Penguatan Siskamling, dan Kampung ­Tangguh Semeru.

Baca juga : Pengamat: Erick Thohir Kandidat Cawapres Paripurna

Program-program tersebut merupakan upaya Polda Me­tro Jaya dalam meningkatkan ketangguhan kantibmas, ekonomi, kesehatan termasuk mempercepat vaksinasi Covid-19. “Makanya program vaksinasi di DKI Jakarta ini berhasil karena dilakukan di tingkat RW. Kami melakukan vaksinasi di 2.000 RW di Jakarta dengan kemampuan suntik 150 sampai 2.000. Angka persentase vaksinasi 70 persen menuju herd comunity itu cepat karena basis penyuntikan kami di RW,” jelasnya.

Di satu sisi, dia menyadari bahwa saat ini ada salah kaprah seakan menganggap tugas community policing itu hanya di Binmas. Padahal sejatinya seluruh anggota Polri adalah petugas pemolisian komunitas dengan menyelesaikan masalah di akarnya sesuai karakteristik masyarakat. “Jadi community policing bukan lagi Binmas, melainkan filosofi pemolisian modern,” ujarnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.