Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
3 Orang Tewas Usai Konsumsi Daging Sapi
Duh, Warga Belum Paham Antraks Nih
Senin, 10 Juli 2023 07:45 WIB
Sebelumnya
Hal yang sangat penting diketahui adalah larangan memakan bangkai hewan yang berpenyakit. Harus ada larangan keras agar warga tidak memakan bangkai hewan berpenyakit.
“Kita kan tidak tahu, apakah hewan sakit itu antraks, rabies atau penyakit kuku,” ucap anggota Fraksi PDI Perjuangan ini.
Kendati begitu, dia meminta masyarakat tidak panik, tapi tetap waspada menyikapi munculnya wabah antraks ini. Penularan penyakit berbahaya ini bisa dihindari asal masyarakat paham ketika mengetahui munculnya wabah ini.
Baca juga : KFC Salurkan Donasi dari Konsumen Untuk Renovasi Sekolah Dasar di Jawa Barat
Handoyo juga mendesak Kementerian Kesehatan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Ditjen PKH Kementan) untuk mendesain cara mencegah penyakit menular dari hewan ke manusia.
“Berikan informasi ke masyarakat untuk meminimalir kejadian yang tidak diharapkan,” tegasnya.
Terpisah, Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementan Nuryani Zaenuddn memastikan, pihaknya tengah melakukan investigasi wabah di Gunung Kidul.
Baca juga : Relawan Sintawati Bagikan Daging Kurban Buat Warga Jagakarsa
Tim kesehatan hewan diturunkan guna memitigasi dan mengisolasi wilayah terdampak wabah. Tim juga menyebar obat-obatan antibiotik, vitamin, serta cairan disinfektan ke petugas dinas setempat dalam penanganan kasus.
“Termasuk menghentikan lalu lintas keluar masuk lokasi tertular. Sampai saat ini, kasus pada ternak dan manusia terlokalisir di satu padukuhan yaitu Dukuh Jati, Desa Candirejo, Kecamatan Semanu,” ujar Nuryani.
Penyuntikan antibiotik, lanjutnya, sudah dilakukan pada semua hewan yang rentan tertular. Kemudian, melakukan dekontaminasi dengan disinfektan pada lokasi penyembelihan dan penguburan ternak. Adapun vaksin yang telah disuntikkan di Gunung Kidul mencapai 78 ekor sapi dan 286 ekor kambing.
Baca juga : Gerakan Nasional Literasi Digital, Dorong Warga Belajar Teknologi
Vaksin operasional yang telah didistribusikan ke Gunung Kidul mencapai 96.000 dosis. Sementara, stok vaksin yang tersedia mencapai 110.000 dosis. Selain itu, dilakukan pengambilan sampel sebanyak 5.707.
“Kami berharap kepedulian masyarakat terhadap antraks dapat terus meningkat dengan memperkuat surveilans pada area endemik dan terancam,” jelasnya.
Jika ada kematian mendadak pada hewan, masyarakat bisa melakukan pelaporan ke petugas terdekat untuk dilakukan penelusuran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya