Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat politik Ujang Komarudin menyayangkan sikap DPR yang lebih mementingkan kepentingan diri sendiri dan keluarga ketimbang rakyat yang membutuhkan. DPR patungan untuk ikut tes cepat corona atau rapid test.
Menurut Ujang, sebagai wakil rakyat, sejatinya anggota DPR punya perilaku ksatria. Mereka harus mengutamakan rakyat yang membutuhkan dan sedang mengalami kesulitan. "Harusnya utamakan rakyat dulu. Rakyat yang sedang kesulitan," kata Ujang saat dikontak RMco.id, Senin (23/3).
Baca juga : Rapid Test Dibatasi, Hanya Yang Dianggap Berisiko Bakal Dites
Sebab, saat ini banyak masyarakat yang masuk daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP) hingga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang memiliki tingkat kerawanan tertular virus corona yang tinggi. Harusnya, kelompok masyarakat inu harus didahulukan ketimbang anggota DPR. "Sungguh menyedihkan jika para elite politik lebih mengutamakan diri dan keluarganya," sesalnya.
Sehingga tidak salah, jika rakyat memberi stempel buruk terhadap DPR. Sebab selama ini, peran mereka hanya mewakili privilege, fasilitas dan kemewahan saja. "Semua diwakili sama mereka. Fasilitas-fasilitas mewah, gaji besar, mobil, rumah, jalan-jalan keluar negeri. Sampai rapid test pun diwakili. Nanti masuk neraka juga diwakili mereka," lanjutnya.
Baca juga : Bamsoet: Rapid Test Covid-19 Harus Dilakukan Merata
Padahal, menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini, mendahulukan rakyat yang membutuhkan adalah tindakan mulia. "Mereka memang berhak untuk rapid test. Namun utamakan rakyat yang sekarang banyak menjadi korban keganasan virus Corona," harapnya.
Sekjen DPR Indra Iskandar mengatakan, pekan ini ada 575 anggota DPR RI beserta seluruh keluarganya akan menjalani pemeriksaan virus corona (Covid-19) pekan ini. Totalnya, ada sekitar 2.000 orang. "Dengan pembantu dan driver barang kali," kata Indra kepada wartawan, Senin (23/3).
Baca juga : Sore Ini, Rapid Test Corona Dimulai di Jakarta Selatan
Rapid test ini, terang Indra akan tiba di DPR besok Selasa (24/3). Pemeriksaannya direncanakan akan berlangsung Kamis (26/3) atau Jumat (27/3). Tes cepat tersebut, kata dia tidak dibiayai oleh Kesekjenan DPR. Melainkan dari hasil patungan pimpinan dan anggota DPR. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya