Dark/Light Mode

Hasil Pantauan Komisi IV: Minus Jakarta, 33 Provinsi Sudah Swasembada Sapi

Senin, 30 Maret 2020 13:43 WIB
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita (kanan). (Foto: Humas Kementan)
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita (kanan). (Foto: Humas Kementan)

 Sebelumnya 
Ada pun panen 1.000 ekor pedet sekaligus peluncuran program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian (Kementan) mengakselerasi pertumbuhan populasi dan peningkatan produksi ternak sapi dan kerbau dalam negeri. Kementan, kata SYL, berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya peningkatan populasi sapi lokal untuk menekan angka dominasi impor sapi di Indonesia, sekaligus sebagai upaya memenuhi kebutuhan daging sapi nasional yang jumlahnya mencapai 700.000 ton pertahun.

“Kebutuhan konsumsi nasional untuk daging sapi di Indonesia adalah 700.000 ton, sementara kemampuan produksi kita diangka 400.000 ton, artinya kita masih defisit 300.000 ton, angka itu setara dengan 1.300.000 ekor sapi setiap tahun. Untuk itu saya harapkan upaya ini bisa meningkatkan produksi sapi kita bahkan hingga dua atau tiga kali lipat,” kata SYL. 

Baca juga : Sudah Saatnya Jabodetabek Lockdown

Selain itu, masih dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas sapi serta kerbau di Indonesia, SYL menambahkan bahwa pihaknya tengah mengembangkan integrasi sapi sawit. Ia menilai potensi lahan sawit untuk pengembangan sapi berpotensi cukup besar untuk turut membantu memecahkan permasalahan pemenuhan daging sapi di tanah air. 

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita, menyampaikan, selama rentang waktu 3 tahun, 2017-2019, Kementan telah berhasil melakukan kegiatan inseminasi buatan (IB) sebanyak 11.524.268 ekor akseptor dari target 10.000.000 ekor. Hasilnya pun fantastis. Ketut menyebut, kebuntingan sapi dan kerbau pada rentang waktu tersebut mencapai 6.249.303 ekor, serta menghasilkan anak dari hasil perkawinan IB sebanyak 4.741.764 ekor.  

Baca juga : Pelantikan Pengurus E-Sports Provinsi Dilakukan Secara Streaming 

Dengan adanya program Sikomandan, lanjut Ketut, tahun 2020 ditargetkan setidaknya ada 5.862.500 ekor akseptor dengan target kelahiran 4.000.000 ekor hasil optimalisasi kawin IB dan kawin alam. “Sesuai arahan Bapak Mentan, mari bersama gaungkan Sikomandan yang salah satu kegiatannya adalah gerakan IB secara masif dan hasilnya seperti yang bisa kita lihat pada kegiatan panen pedet ini” pungkas Ketut. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.