Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Heboh Nasi Anjing, PDIP: Sangat Tidak Sensitif, Tapi Nggak Usah Dibesar-besarkan
Senin, 27 April 2020 14:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Politisi PDIP di Senayan, Arteria Dahlan, menyayangkan adanya pembagian makanan gratis bertuliskan Nasi Anjing kepada warga Warakas, Jakarta Timur. Sekalipun yang dibagikan itu makanan halal, Arteria menyebut itu tidak patut.
“Saya sangat menyayangkan adanya pembagian makanan berlogo kepala anjing. Apalagi kalau alasannya nama nasi anjing dipilih karena porsi nasi yang lebih besar dibanding nasi kucing,” ujar Arteria, dalam keterangannya, Senin (27/4).
Baca juga : Boleh Nikah, Boleh Sunat, Tapi Nggak Boleh Dirayakan
Arteria mengamini maksud pemberi makanan ini gratis, dengan memberikan porsi lebih besar dibandingkan nasi kucing. Anjing juga dianggap hewan yang setia, sehingga tak ada unsur pelecehan dan pemilihan diksi hewan untuk makanan.
Namun, perbuatan ini dianggap tidak sensitif dengan budaya masyarakat Indonesia. “Sangat tidak sensitif, apalagi dalam konteks pemberian bantuan. Apalagi bantuannya dalam bentuk makanan yang untuk dikonsumsi masyarakat,” geregetnya.
Baca juga : Sekum Muhammadiyah: Jika Tidak Betul-betul Mendesak, Tak Usah Mudik Lebaran
Di Indonesia, dengan mayoritas penduduk Muslim, diksi anjing itu secara langsung bisa diasosiasikan sebagai sesuatu yang tidak lazim bahkan diharamkan untuk dimakan. Jadi, pelabelan nasi anjing secara sederhana diartikan masyarakat sebagai makanan haram.
“Sehingga konteksnya tidak lagi pada konten apakah pembuatan nasi dilakukan dengan bahan halal apa tidak. Tapi lebih pada ketidakpatutan pemberian label pada bantuan makanan yang hendak diberikan dan dimakan oleh masyarakat,” ucapnya.
Baca juga : Arabic Tea Temani Pertemuan Hangat Panitia Natal Bersatu-Dubes Palestina
Meskipun telah menjadi geger, Arteria berharap wacana nasi anjing ini tidak perlu diperbesar, dan dijadikan polemik. Lebih bijaksana, jika peristiwa ini dianggap sebagai pembelajaran bagi para donatur agar lebih peka dalam memberikan bantuan. “Membantu tidak sekadar memberi bantuan, namun cara, etika dan kepatutan pun harus diperhatikan. Lakukan klarifikasi dengan baik tanpa perlu memberikan justifikasi,” tutupnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya