Dark/Light Mode

Puan Didaulat Jadi Pembaca UUD 45 dalam Upacara Virtual Peringatan Hari Lahir Pancasila

Senin, 1 Juni 2020 12:23 WIB
Puan Maharani (Foto: Dok. MPR)
Puan Maharani (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR Puan Maharani mengikuti upacara virtual peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati bangsa Indonesia setiap tanggal 1 Juni. Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dilaksanakan Senin (1/6) pukul 08.00 WIB, mengangkat tema ‘Pancasila dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju’.

Puan didaulat sebagai pembaca teks UUD NRI 1945. Kemudian Ketua MPR Bambang Soesatyo membacakan teks Pancasila, sedangkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy sebagai pembaca Doa.

Di tengah pandemi Covid-19, upacara peringatan Hari Lahir Pancasila dilaksanakan secara virtual dan mengedepankan protokol kesehatan diantaranya dengan tetap mengenakan masker. Turut hadir dalam upacara ini, Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, seluruh pimpinan lembaga negara, jajaran menteri serta para gubernur dan bupati se-Indonesia.

Baca juga : Ketua Komisi I DPR Sayangkan Meluasnya Kerusuhan di AS

Dalam amanatnya, Presiden Jokowi, mengatakan Hari Lahir Pancasila yang diperingati di tengah pandemi Covid-19 ini telah menguji daya juang sebagai bangsa, menguji pengorbanan, kedisiplinan, kepatuhan, serta menguji ketenangan dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat.

“Dalam menghadapi semua ujian tersebut, kita bersyukur bahwa Pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk menggerakkan kita semuanya. Menggerakkan persatuan kita dalam mengatasi semua tantangan, menggerakkan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi, memperkokoh persaudaraan dan gotong royong kita, untuk meringankan beban seluruh anak negeri dan menumbuhkan daya juang kita dalam mengatasi setiap kesulitan dan tantangan yang kita hadapi,” ujar Jokowi.

Jokowi meminta agar nilai-nilai luhur Pancasila harus dihadirkan secara nyata dalam sendi-sendi kehidupan. Pancasila harus terus menjadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan. Nilai Pancasila juga harus bekerja dalam kebijakan dan keputusan pemerintah dan harus terus bergelora dalam semangat rakyat indonesia.

Baca juga : Jika Ibadah Haji Gagal, Pemerintah Kudu Beri Penjelasan Terkait Darurat Syar’i

 “Tidak henti-hentinya saya mengajak seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai ke daerah untuk terus meneguhkan keberpihakan kita kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, untuk melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan kelompok ras dan agama, serta untuk memenuhi kewajiban kita melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia,” imbau Jokowi.

Kepala negara mengingatkan, tantangan yang dihadapi tidaklah mudah. Situasi yang sulit ini masih akan dihadapi pada tahun-tahun mendatang. Untuk itu, diperlukan daya juang dan kerja keras agar bangsa Indonesia mampu melewati masa-masa sulit yang juga dialami 215 negara lainnya.

 "Sebagai bangsa yang besar, kita juga harus tampil sebagai pemenang. Kita harus optimis, kita harus mampu menciptakan peluang di tengah kesulitan. Kita harus menjawab semua itu dengan inovasi dan karya nyata. Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi dan berprestasi di tengah pandemi Covid-19 ini," pungkasnya. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.