Dark/Light Mode

Irjen Setyo Diganti Brigjen Iqbal

Citra Polri Tergantung Humas

Jumat, 16 November 2018 14:06 WIB
Ketua DPR, Bambang Soesatyo memberikan keterangan bahwa keberadaan Divisi Humas Polri sangat penting untuk menopang kinerja polisi. (Foto; IG @bambang.soesatyo)
Ketua DPR, Bambang Soesatyo memberikan keterangan bahwa keberadaan Divisi Humas Polri sangat penting untuk menopang kinerja polisi. (Foto; IG @bambang.soesatyo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peran Divisi Humas di tubuh Polri amat strategis. Jika Divisi Humas mampu memberikan penerangan dan informasi yang baik ke masyarakat, dijamin, citra Polri pun akan positif. Demikian ditegaskan Ketua DPR Bambang Soesatyo saat memberi kata sambutan di acara pisah sambut Kepala Divisi Humas Polri dari Irjen Setyo Wasisto ke Irjen Muhammad Iqbal, di Gedung Tribrata, Jakarta, kemarin malam.

Menurut politisi yang akrab disapa Bamsoet ini, keberadaan Divisi Humas Polri amat penting untuk menopang kinerja Polisi. Di antaranya, untuk mendekatkan Polisi dengan masyarakat. “Melalui Divisi Humas, Polri dapat memberikan penerangan dan informasi kepada masyarakat tentang kebijakan, pelaksanaan tugas, dan kinerja. Sehingga, dapat tercipta citra dan opini publik yang positif terhadap Polri,” ujarnya. Dia meminta Polri memberikan perhatian serius akan keberadaan Divisi Humas guna membangun citra positif korp baju cokelat ini kepada masyarakat.

Baca juga : Yang Masalah Itu Distribusi, Bukan Sisi Produksi Jagung

Untuk Muhammad Iqbal, Bamsoet meminta untuk terus menjadi penyambung informasi yang baik, sebagai mana pernah dilakukan saat menjabat sebagaiKepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, maupun Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya.

“Kunci utama keberhasilan Humas adalah adanya kepercayaandari publik. Kepercayaan tersebut akan dapat diraih jika lembaga bersangkutan memiliki citra yang baik di masyarakat. Di sinilah salah satu fungsi utama Humas Polri untuk membangun citra positif lembaganya,” kata Bamsoet.

Baca juga : OSO Dan Bamsoet Sabet Best Communicators 2018

Terkait dengan citra, Bamsoet menekankan bahwa Polri harus mampu menjadi pengayom dan pelayan masyarakat. Terlebih, tugas utama Polri adalah memberikan perlindungan bagi semua masyarakat dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“Polisi yang profesional dalam harapan masyarakat adalah yang mampu memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dengan baik. Karenanya, mewujudkan institusi Polri yang profesional, mandiri, dan dekat dengan masyarakat merupakan kebutuhan yang tidak terhindarkan lagi,” urai Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini.

Baca juga : Kejaksaan Agung Diminta Tidak Hamburkan Duit

Bamsoet kemudian berbicara mengenai orientasi kerja Polri. Berdasarkan UU Nomor 2/2002 tentang Kepolisian, Polri menganut paradigma baru yaitu lebih berorientasi sipil (civilian police). Perjalanan panjang yang sudah dilalui diharapkan mampu membuat Polri semakin matang dalam mewujudkan paradigma dan orientasi itu. Dia paham, membangun Polri sebagaimana yang harapan masyarakat bukanlah pekerjaan mudah. Namun, dengan kerja sungguh-sungguh, dia yakin Polri mampu melakukan itu.

Untuk masyarakat, Bamsoet mengajak memberikan apresiasi atas kerja baik Polri selama ini. “Harus kita akui Polri telah mampu dan berhasil menangani berbagai kasus kriminal berdimensi internasional, seperti terorisme, narkoba, dan separatisme. Masyarakat perlu menghargai kinerja dan keberhasilan Polri dalam menjalankan tugas dan kewenangannya tersebut,” pungkasnya. [ONI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.