Dark/Light Mode

Wakil Ketua MPR Angkat Topi 

Cak Imin Cs Bikin 2.156 Posko Belajar 

Kamis, 13 Agustus 2020 14:36 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid (kiri) saat menghadiri  Gerakan Bangkit Belajar (GBB).
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid (kiri) saat menghadiri  Gerakan Bangkit Belajar (GBB).

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengapresiasi pendirian 2.156 posko belajar yang dilakukan Gerakan Bangkit Belajar (GBB). Apalagi, di posko itu terdapat fasilitas internet gratis, smartphone,  dan relawan pendamping.

 “Lihat fasilitas yang ada di posko, menjawab masalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang selama ini dialami siswa, guru, dan wali murid,” kata Gus Jazil di sela-sela acara peluncuran Gerakan Bangkit Belajar (GBB), Gedung Perpusnas, Jakarta, Rabu (12/8).  

Baca juga : Wakil Ketua DPRD DKI Minta Warga Ibu Kota Nggak Mudik Dulu

Gus Jazil menilai, upaya itu merupakan langkah solutif bagi persoalan pendidikan saat ini. Sebab Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menyisakan persoalan bagi siswa di daerah. Selain masalah jaringan, mereka juga terkendala alat telekomunikasi. 

"Apa yang dilakukan itu merupakan langkah konkret," katanya. Sekadar informasi, pendrian GBB  diinisiasi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.  GBB diikomandoi Syaiful Huda, anggota Komisi Pendidikan DPR.Gerakan ini diluncurkan bertujuan membantu siswa, guru, dan wali murid dalam proses pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19.

Baca juga : Tangkal Virus Corona, Ilmuwan Kanada Bikin Masker Berlapis Garam

“Saya juga mengapresiasi kehadiran Bapak Muhaimin Iskandar yang meluncurkan program GBB. Kami angkat topi pada Gus Ami (Sapaaan Muhaimin Iskandar)," puji Gus Jazilul.

Dia berharap, GBB menjadi inspirasi masyarakat lain untuk melakukan hal yang sama. Posko belajar harus diperbanyak lagi oleh organisasi yang peduli pada dunia pendidikan saat ini. "Kami mengajak masyarakat peduli pada pendidikan anak anak," kata Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu. Dalam kesempatan itu, Gus Jazil mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim untuk menyusun peta kebutuhan PJJ. Harus diketahui, berapa jumlah handphone yang dibutuhkan, berapa quota, jaringan internet, dan kurikulum yang mendukung.

Baca juga : Data Pertanian Tak Akurat Bikin Pupuk Langka

"Menteri Pendidikan dan Kebudayaan harus mempunyai kepedulian pada siswa dan orangtua yang tidak mampu ketika harus menempuh PJJ.  Ayo pak menteri bikin kebijakan dan terobosan baru di masa pandemi Covid-19 ini. Masyarakat menunggu langkah konkret pemerintah,” tegasnya. (QAR/TIM)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.