Dark/Light Mode

Pesan Gus Jazil Untuk Milenial:

Isi Kemerdekaan Hanya Butuh Kreasi Dua Jempol

Senin, 17 Agustus 2020 20:26 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid.
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid.

RM.id  Rakyat Merdeka - Di sela-sela kesibukan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75, 17 Agustus 2020, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid (Gus Jazil) menjadi narasumber webinar yang digelar oleh OSIS SMA Global Islamic School, Condet, Jakarta Timur. Webinar ini mengusung tema Peran Pemuda Islam dalam Perjuangan Kemerdekaan. Selain Jazilul, hadir sebagai pembicara Kepala Sekolah Global Islamic School Firdaus Nur Farid, Pembina OSIS Iqbal, akademisi Prof, Darwis Hude, dan Ketua OSIS Zaki Dasopang.  

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan, tugas generasi muda sekarang mengisi kemerdekaan, bukan lagi dengan mengangkat senjata atau melakukan diplomasi politik kebangsaan seperti yang dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan pada masa sebelum merdeka. Tapi  sekarang memberi ide, gagasan, dan tindakan nyata untuk mengisi kemerdekaan agar bangsa ini seperti yang dicita-citakan oleh para pahlawan.

“Ayo kita lanjutkan perjuangan para pahlawan untuk membangun bangsa dan negara,” ungkap Gus Jazil.   Gus Jazil mengungkapkan, untuk mengisi kemerdekaan, harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Di era teknologi, generasi milenial mampu menguasai teknologi informasi. 

Berita Terkait : Jonan: Pandemi Jadi Peluang Generasi Milenial Kembangkan Bisnis

“Saat ini kaum milenial hanya butuh dua jempol untuk mengisi kemerdekaan,” ungkapnya. 

Dengan menguasai teknologi, lanjut Gus Jazil, generasi milenial yang memiliki keahlian  bidang ekonomi, pertanian, dakwah, politik, maupun lainnya, bisa berkreasi. Dan, bisa mengisi kemerdekaan. Namun demikian, dia menekankan,  generasi milenial bisa mengendalikan diri. 

"Jika tidak, generasi milenial akan dicekoki informasi dan hiburan yang tak mendidik,” ujarnya. 

Berita Terkait : Orang Boleh Kaya, Tapi Harus Memikirkan Keadilan Sosial

Dicontohkannya, anak muda sekarang lebih suka main game atau menonton drama Korea (drakor) daripada mendengar musik religi atau ayat-ayat suci Al Quran. Makanya tak heran jika anak muda saat ini lebih kenal Le Min Ho daripada Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, dan pahlawan nasional lainnya.

Dalam webinar ini, Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu juga mengingatkan generasi milenial untuk peduli dan waspada pandemi Covid-19. Ia mengajak anak-anak muda memberikan ide dan gagasan dalam penanggulangan pandemi.

“Saya yakin anak-anak muda bisa sebab mempunyai kemampuan yang lebih,” pungkasnya. (QAR/TIM)