Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Hal senada dilontarkan Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi. Dia mengatakan, pada dasarnya cara berpikir petani sangat sederhana dan tidak berbelit-belit agar bisa menerima pupuk subsidi.
Distribusi pupuk subsidi ini cukup diatur melalui data base kependudukan yang telah tertata secara adminsitrasi melalui kartu identitas atau KTP.
Baca juga : Langgar Aturan PSBB, 25 Perkantoran di Jakpus Ditutup Sementara
“Jadi tinggal diblok saja mana penerima pupuk subsidi dengan petani luas areal berapa. Jadi, data ini bisa diturunkan ke tingkat distributor, pengecer, bahwa dengan KTP orang bisa beli pupuk,” katanya.
Sayangnya, kata dia, cara berpikir petani ini tidak ditangkap dengan baik oleh para pengambil kebijakan. Yang terjadi malah dibikin rumit.
Baca juga : Awas, 224 Petahana Setir ASN
“Saya ini orang bodoh, tidak mengerti perbankan, asli wong desa, bisa hidup dari jual tani, sederhana. Tapi orang-orang pintar ini dari hal sederhana malah dibuat jadi sangat hebat yang pada akhirnya ribet kabeh,” katanya.
Akhirnya yang terjadi, kata dia, petani cuma bisa pasrah. Setiap kali pupuk langka, mereka diam. Begitu juga ketika harga panen anjlok, mereka juga diam. Itu karena para petani adalah kelompok yang tidak terorganisir.
Baca juga : Langgar Aturan PSBB, Perusahaan di Jl MT Haryono Ditutup Sementara
“Pupuk tidak ada, diam. Harga (panen) murah, diam. Tiap tahun tidak dapat perhatian serius dari pemerintah, diam. Orang-orang ikhlas. Tapi yakinlah ketika orang-orang ikhlas ini dibiarkan terus-menerus, kita akan roboh oleh mereka,” warning Dedi. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya