Dark/Light Mode

Kunker Ke Luwu

Amran & Luthfi Bagi-bagi Bibit Kakao

Selasa, 12 Maret 2019 08:46 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (bertopi putih) bersama Anggota Komisi IV DPR Muchtar Luthfi A Mutty (bertopi biru) dalam kunjungan kerja ke Desa Kamanre, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kemarin.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (bertopi putih) bersama Anggota Komisi IV DPR Muchtar Luthfi A Mutty (bertopi biru) dalam kunjungan kerja ke Desa Kamanre, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kemarin.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR Muchtar Luthfi A Mutty mengapresiasi komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) mengangkat kembali kekayaan rempah-rempah dalam negeri. Menurutnya, komitmen ini sangat tepat. Sudah sepantasnya hal ini digaungkan. Sebab, Indonesia merupakan surganya rempah-rempah.

Apresiasi ini dia sampaikan langsung di hadapan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Kemarin, Luthfi melakukan kunjungan kerja bareng Amran ke Desa Kamanre, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Hadir juga Dirjen Perkebunan Kementan Kasdi Subagiyono dan Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry. Di sana, mereka penyerahan berbagai bibit kakao, cengkeh, kopi, lada, dan rempah-rempah lain ke ratusan masyarakat yang hadir.

“Saya kira, ini sebuah ide bagus. Sebab, Indonesia dikenal sebagai surganya rempah-rempah. Di wilayah Luwu ini saja, rempah-rempah melimpah, terutama cengkeh dan merica. Banyak juga tanaman industri lainnya seperti kakao dan sawit,” kata Luthfi.

Berita Terkait : Lakukan Penataan Kelembagaan Petani

Di Luwu, sambungnya, rempah-rempah yang dihasilkan para petani berkualitas ekspor. Sayangnya, beberapa hal seperi kakao, belum bisa memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan petani. Sebab, mayoritas petani masih menjualnya dalam bentuk basah. Dia pun menyarankan petani melakukan fermentasi lebih dulu. Supaya ada nilai tambah.

“Sayangnya, perusahaan besar di sini maunya beli basah. Begitu dipetik, langsung dibelah, kemudian dijual. Jadi, tidak dijemur apalagi di fermentasi. Fermentasinya dilakukan perusahaan-perusahaan besar. Jadi, mereka yang mendapatkan nilai tambahnya,” katanya.

Menteri Amran bicara mengenai komitmen. Dia menegaskan, Pemerintah bertekad mengembalikan kejayaan rempah dan komoditas perkebunan di Indonesia. "Sesuai perintah Bapak Presiden, hari ini kita tanam bibit unggul kakao yang produktivitasnya 4,5 sampai 5 ton per hektar per tahun,” ucapnya.

Baca Juga : KKP Bekuk 15 Kapal Asing Maling Ikan

Tahun ini, kata Amran, pihaknya menyiapkan bantuan bibit kakao, kopi, lada, dan rempah-rempah lain sebanyak 30 juta batang. Nilainya mencapai Rp 2,4 triliun.

Khusus untuk kakao, selama ini produktivitasnya sangat rendah. Hanya berkisar 0,5 ton sampai 0,8 ton per hekatre per tahun. Amran yakin, dengan bibit unggul yang dibagikan plus pemeliharaan yang baik, produktivitas kakao Indonesia akan meningkat.

 “Produksi kakao kita harapkan 3,5 ton, yang dulunya 0,7 ton. Jadi, bisa naik 3 kali lipat. Artinya, kalau bibit bibit unggul ini kita sebarkan ke seluruh Indonesia, produksinya nanti naik minimal 3 kali lipat, 300 persen," sambung Amran.

Baca Juga : Sepatu Siapa

Oleh karena itu, Amran mengungkapkan fokus kerja Kementan dalam dua tahun terakhir adalah membagikan bibit unggul. Dengan begitu, para petani nanti sejahtera. Pendapatan mereka meningkat.

“Bantuan sekarang ada 1 juta batang kakao untuk Luwu. Kami tambahkan hari ini sebanyak 500 ribu batang untuk Sulawesi Selatan. Bibitnya yang kita hasilkan sendiri dari sini," ungkap dia. [KAL]