Dark/Light Mode

FGD Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Bamsoet: Kerja Sama RI-AS Di Era Biden Harus Utamakan Kepentingan Nasional

Rabu, 2 Desember 2020 17:16 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) saat FGD bertema `Politik Luar Negeri Bebas Aktif dan Kepentingan Ekonomi NKRI di Era Joe Biden`, di MPR, Jakarta, Rabu (2/12). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kiri) saat FGD bertema `Politik Luar Negeri Bebas Aktif dan Kepentingan Ekonomi NKRI di Era Joe Biden`, di MPR, Jakarta, Rabu (2/12). (Foto: Dok. MPR)

 Sebelumnya 
"Indonesia adalah subjek yang berdaulat untuk menentukan sikap dan pendirian politik, tidak boleh terombang ambing oleh arus politik global. Prinsip politik luar negeri kita adalah Bebas Aktif. Dimaknai sebagai sikap independensi dari keberpihakan dan ketergantungan pada salah satu kutub kekuatan global, serta berperan aktif dalam upaya menciptakan perdamaian dunia," pungkas Bamsoet.

Hal senada diungkapkan Hikmahanto Juwana. Rektor Universitas Ahmad Yani ini menegaskan, terlepas bagaimana Joe Biden nanti akan melaksanakan kebijakan luar negerinya, Indonesia harus menjalin hubungan dengan AS yang bisa menguntungkan kepentingan nasional.

Berita Terkait : Bamsoet Ajak Pertahankan Desa Sebagai Lumbung Pangan Nasional

"Tugas dari siapa pun pengelola pemerintahan di Indonesia, agar hubungan dengan berbagai negara, termasuk AS dan China, tidak digantungkan dengan siapa presidennya. Tidak juga digantungkan pada garis politik suatu negara. Terpenting, hubungan yang dijalin mempunyai nilai positif bagi Indonesia," kata Hikmahanto.

Hikmahanto menambahkan, Indonesia harus konsisten menjalankan politik luar negerinya yang Bebas Aktif. Indonesia akan bersahabat dengan negara manapun, selama menguntungkan dan diabdikan untuk kepentingan nasional Indonesia. "Namun, bila kepentingan Indonesia dilanggar, meski Indonesia telah banyak mendapatkan fasilitas dan kemudahan, maka Indonesia harus tegas dan bersuara," tandas Hikmahanto.

Berita Terkait : Terima Duta Besar Italia, Bamsoet Bahas Kerja Sama Pembangunan Sirkuit F1 Di Bali

Sementara itu, Makarim Wibisono menuturkan, di era pemerintahan Joe Biden nanti, Indonesia bisa meningkatkan diplomasi di bidang ekonomi. Diantaranya di sektor perdagangan, investasi dan pariwisata. "Keberhasilan di tiga sektor bisnis tersebut, merupakan sumbangan penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia. Indonesia juga bisa bekerjasama dengan Amerika Serikat guna mengatasi terorisme, money laundering ataupun cyber crimes yang dapat membahayakan perekonomian Indonesia," tambah Makarim. [USU]