Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sendirian Tolak Dana Saksi
Nasdem Ngerasa Jadi Partai Ksatria
Senin, 25 Maret 2019 21:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di 2018, berbagai fraksi di DPR ramai-ramai mengajukan dana saksi untuk Pemilu 2019 disediakan dalam APBN. Hanya Fraksi Nasdem yang bersikap beda. Partai besutan Surya Paloh itu menolak. Beruntung, Pemerintah juga menolak. Alhasil, dana ini tidak lolos. Nasdem pun amat bangga dengan keberhasilan ini.
Keberhasilan menolak dana saksi ini diceritakan Anggota Fraksi Nasdem DPR Prananda Surya Paloh dalam kampanye akbar perdana, di Lapangan Basulapa, Gorontalo, Minggu kemarin. Kampanye ini dihadiri sekitar 15.000 simpatisan.
"Ini adalah partai para kesatria. Fraksi Nasdem DPR menjadi satu-satunya partai yang menolak dana saksi," kata Prananda dalam orasinya dalam kampanye akbar tersebut.
Baca juga : Menpora Ceritakan Perjalanan Hidupnya Hingga Jadi Menteri Di Mata Najwa
Ketua Umum Garda Pemuda Nasdem ini menegaskan, pihaknya menolak dana saksi dibebankan ke APBN lantaran tidak ingin uang rakyat dibuang sia-sia. Terlebih, dana saksi itu sangat besar. Dalam hitungan selama ini, dibutuhkan sekitar Rp 2,5 triliun. "Kita tidak ingin uang rakyat dibuang sia-sia," teriak Prananda, berapi-api.
Putra Surya Paloh ini juga menegaskan, Fraksi Nasdem akan dengan keras menolak revitalisasi atau pembangunan Gedung DPR. Nasdem menganggap, revitalisasi atau pembangunan itu tidak perlu. Sebab, masih banyak rakyat yang hidup susah.
"Kita perlu melihat tangisan dan derita masyarakat. Kita tidak boleh buang-buang uang," tambahnya.
Baca juga : GP Nasdem: PSI Jangan Jadi Pahlawan Kesiangan
Prananda lalu berbicara mengenai Pemilu. Kata dia, Nasdem selalu memilih putra terbaik daerah untuk mewakili masyarakat di DPR. Untuk Gorontalo, Nasdem memilih Rachmat Gobel sebagai caleg DPR. "Rachmad Gobel ini bisa saya katakan sebagai paman. Sejak kecil saya sudah kenal dia," imbuhnya.
Menurut Prananda, Rachmat Gobel adalah putra daerah Gorontalo yang mempunyai integritas tinggi dan dipastikan akan mampu memberikan suara perubahan bagi masyarakat Gorontalo. "Dia jujur dan beriman. Tidak ada calon yang lebih baik dari Rachmad Gobel," tegasnya.
Beres dari Gorontalo, Prananda bergeser ke Pantai Anjungan Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat. Di daerah ini, sidang tadi, dia memimpin rapat umum terbuka. Sebanyak 18.000 simpatisan hadir di acara ini. Di hadapan para simpatisan, dia mengajak masyarakat tidak ragu memilih Nasdem pada Pemilu nanti. Sebabkan, Nasdem merupakan partai tempat berkumpulnya caleg-caleg berkualitas.
Baca juga : Bos Nasdem Muji Jokowi
"Kami merangkul semua golongan masyarakat dan tokoh dari mana pun. Di sini berkumpul caleg-caleg hebat yang mampu membawa perubahan," tutur Prananda.
Keberhasilan merangkul semua kalangan itu, lanjutnya, karena Nasdem mampu menjadi partai nasionalis religius. Nasdem bisa menerima aspirasi dan gagasan semua pihak yang ingin memperjuangkan perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik.
"Puncaknya, kami mendukung kembali Jokowi. Ini demi terwujudnya pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat," tuturnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya