Dark/Light Mode

Sentil Kebijakan Kemendikbud

Senayan Sayangkan Guru Bukan Lagi Profesi Idaman

Jumat, 22 Januari 2021 07:10 WIB
Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah. (Foto: Dok. DPR RI)
Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah. (Foto: Dok. DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan menyoroti tidak adanya kebijakan karier yang jelas bagi tenaga guru dan pendidik. Ini membuat profesi guru dan tenaga kependidikan seperti hilang daya magnetnya dan kurang diminati generasi muda.

“Kenapa sih Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak membuat sistem pembinaan karier guru dan tenaga kependidikan, supaya jelas dan menjadi daya tarik ke depan,” heran anggota Komisi X DPR Ferdiansyah dalam rapat kerja dengan pejabat eselon I Kemendikbud di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Senayan Harap Kapolri Baru Ubah Paradigma Kepolisian

Ferdiansyah meyakini, jika kebijakan sistem pembinaan dan karier ini disusun, bisa menjawab banyak hal dalam persoalan dunia kependidikan, termasuk kecukupan guru di daerah-daerah.

Lebih lanjut politisi senior Partai Golkar ini mengungkapkan gonjang-ganjing mekanisme pengangkatan guru sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga : Edhy Prabowo Suruh Staf Istrinya Tagih Duit Benur

Saat ini banyak guru honorer kecewa lantaran Pemerintah tidak memperhatikan lama pengabdian dalam pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Karena itu, dia usul agar sistem seleksi yang ada mempertimbangkan masa pengabdian sebagai bentuk penghargaan negara kepada para guru honorer berpengalaman ini.

Baca Juga : Pisah Ranjang

“Contoh konkret passing grade 8, bagi guru pengalaman apakah tidak bisa diberikan nilai awal 2 atau 3. Sehingga untuk capai (passing grade) 8 tidak memulai dari awal tapi cukup menambah nilai sehingga bisa mencapai nilai kelulusan tersebut,” katanya.
 Selanjutnya