Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo tak mempermasalahkan rencana pemberian vaksin Covid-19 berbayar atau secara mandiri. Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini hanya berpesan, sebelum pelaksanaannya, skema pemberian vaksin mandiri itu dikaji secara matang.
“Kementerian Kesehatan (Kemenkes) perlu mengkaji secara matang skema vaksinasi mandiri tersebut, dengan memperhatikan kondisi dan kemampuan daya beli masyarakat. Juga memberikan penjelasan secara detail kepada masyarakat mengenai alasan direncanakannya vaksin mandiri dan perbedaannya dengan program vaksinasi massal yang saat ini tengah berjalan,” ucap Bamsoet, di Jakarta, Senin (25/1)
Baca juga : Bupati Zaki Saksikan Langsung Vaksinasi Covid Perdana Di Kabupaten Tangerang
Bamsoet juga mendorong Kemenkes untuk fokus menyelesaikan program vaksinasi massal yang secara gratis diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia sebelum membahas program vaksinasi mandiri. Dengan begitu, fokus dan target dari program vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah menjadi jelas dan terarah.
Dia juga meminta skema vaksinasi mandiri yang direncanakan akan dilakukan pihak swasta tak memengaruhi kualitas vaksin yang diberikan secara gratis kepada masyarakat. Jangan sampai vaksinasi mandiri itu menimbulkan rasa ketidakadilan dan ketimpangan bagi masyarakat.
Baca juga : Hoaks Vaksin Corona Masih Saja Merajalela
“MPR berharap agar pemberian izin pelaksanaan vaksin Covid-19 mandiri ke perusahaan-perusahaan swasta nantinya tidak akan membatasi ketersediaan vaksin gratis bagi masyarakat,” pesannya.
Terakhir, Bamsoet mendorong agar pemberian vaksinasi dilakukan berdasarkan pertimbangan kesehatan masyarakat, medis, dan epidemiologi serta tetap berada dalam program dan pengawasan pemerintah. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya