Dark/Light Mode

Gus Jazil: Teladani Nabi Muhammad, Kelola Keragaman Dengan Musyawarah

Senin, 18 Oktober 2021 14:43 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. (Foto: Ist)
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengajak kepada ummat Islam agar menjadikan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai jalan untuk semakin menauladani semua hal yang dicontohkan oleh Nabi.

Maulid Nabi merupakan perayaan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini biasa dilakukan setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Dalam kalender Masehi, Maulid Nabi tahun ini jatuh pada 19 Oktober namun oleh pemerintah hari liburnya digeser menjadi tanggal 20 Oktober.  

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), umat Islam penting untuk meningkatkan menauladani perilaku Nabi sebab rasul terakhir itu merupakan panutan hidup.

"Sudah selayaknya apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Nabi,” ujar pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu, Jakarta, Senin (19/10).  

Dikatakan oleh pria kelahiran Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu, Nabi Muhammad tak hanya menauladankan umatnya beribadah dalam urusan akhirat saja, namun dalam urusan keduniawian banyak sekali memberi contoh dan memberi solusinya bila ada masalah atau persoalan.

Baca juga : Presiden Taiwan Tolak Bersatu Dengan China

"Dalam urusan dagang, Nabi Muhammad banyak memberi resep bagaimana dagangan kita laris tanpa berbuat curang atau merugikan orang lain. Intinya adalah menekankan kejujuran," tambahnya.  

Diungkapkannya, Nabi Muhammad membawa umatnya kepada kehidupan yang terbuka dan berdampingan dengan umat-umat yang lain. Pada masa kehidupan Nabi, di sana juga ada kehidupan kaum Nasrani, Yahudi, dan penganut-penganut kepercayaan yang lain.  

Untuk hidup berdampingan dengan umat yang lain, dikatakan oleh alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu, Nabi juga punya resep bagaimana caranya. Cara Nabi hidup berdampingan dengan umat yang beragam, menurut Gus Jazil juga perlu ditauladani oleh umat Islam.

"Nabi tidak hanya hidup berdampingan dengan umat yang lain namun juga membuat perjanjian dengan mereka," ungkapnya.

  Diceritakan oleh Gus Jazil, pada masa itu di Madinah, hidup berbagai macam umat beragama dan kepercayaan yang lain. Di kalangan umat Islam sendiri pun juga ada dua kelompok yakni kamu muhajirin dan anshar. Perbedaan yang ada oleh Nabi ingin dipersaudarakan, disatukan, dengan ikatan hukum yang disepakati bersama.

Baca juga : Kartunis Swedia Yang Ilustrasikan Nabi Muhammad Dengan Badan Anjing, Tewas Tabrakan

"Sebelum mempersaudarakan umat Islam dengan umat yang lain, Nabi lebih dahulu mempersaudarakan kaum muhajirin dan anshar. Jadi Nabi lebih dahulu menyelesaikan masalah internal umat Islam," tambahnya.  

Setelah sesama umat Islam saling bersaudara, selanjutnya Nabi membuat perjanjian dengan umat-umat yang lain. Perjanjian itulah yang disebut dengan Piagam Madinah. Piagam itu menjadi aturan bersama seluruh ummat yang tinggal di Madinah.

"Isi Piagam Madinah berisi mengenai persamaan hak, kewajiban, dan saling tolong menolong dalam kebaikan," ujar Gus Jazil.  

Gus Jazil menekankan umat Islam selain wajib menauladani bagaimana kita hidup berdampingan dengan umat yang lain, juga wajib menauladani bagaimana Nabi menyelesaikan perbedaan dan kepentingan antarummat.

"Nabi mencontohkan bila ada perbedaan kepentingan dengan yang lain maka cara yang dilakukan adalah bermusyawarah," paparnya.  

Baca juga : Sukseskan PON Papua, Kemendagri Masifkan Gerakan Pembagian Masker

Sejarah kehidupan di Madinah hingga lahirnya Piagam Madinah, menurut Gus Jazil, merupakan pengalaman hidup yang tepat dilakukan di tengah masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sama seperti di Madinah pada masa itu di mana kehidupan beragam, di Indonesia pun kehidupan juga beragam.

Keberagaman yang ada pada masa itu menurut Gus Jazil bisa dipersatukan oleh Nabi dengan kesepakatan hukum dan musyawarah.

"Nah, kita hidup di tengah keragaman. Keragaman yang ada bisa dikelola dengan cara musyawarah seperti yang pernah dilakukan Nabi di Madinah," ujar Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.