Dark/Light Mode

Presiden Taiwan Tolak Bersatu Dengan China

Senin, 11 Oktober 2021 06:30 WIB
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyampaikan pidato Tahun Baru di Taipei, Taiwan, Selasa, 9 Februari 2021. Ketika Angkatan Laut AS menegaskan kehadirannya di Laut China Selatan, pemimpin Taiwan mengatakan hubungannya dengan Washington tetap solid atas transisi dari Trump ke pemerintahan Biden. (Foto: AP Photo/Taijing Wu)
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyampaikan pidato Tahun Baru di Taipei, Taiwan, Selasa, 9 Februari 2021. Ketika Angkatan Laut AS menegaskan kehadirannya di Laut China Selatan, pemimpin Taiwan mengatakan hubungannya dengan Washington tetap solid atas transisi dari Trump ke pemerintahan Biden. (Foto: AP Photo/Taijing Wu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Taiwan menolak tawaran China untuk bersatu lagi. Apalagi, Negeri Tirau Bambu tidak bisa memberikan jaminan kebebasan dan demokrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dalam rapat umum peringatan Hari Nasional Taiwan, kemarin. Tsai mengaku, dirinya berharap agar ketegangan di Selat Taiwan mereda. Namun dia menegaskan, Taiwan tidak akan bertindak gegabah.

“Seharusnya tidak ada tipuan bahwa rakyat Taiwan akan tunduk pada tekanan,” kata Tsai, dilansir Reuters, kemarin. Dia juga memastikan, Taiwan akan terus memperkuat pertahanan nasional dan membela diri.

Berita Terkait : Gempa M6,1 Guncang Tokyo, Tak Berpotensi Tsunami

“Ini karena jalan yang telah ditetapkan China tidak menawarkan cara hidup yang bebas dan demokratis bagi Taiwan, atau kedaulatan bagi 23 juta orang kami,” tegasnya.

“Saya ingin mengingatkan semua warga saya, bahwa kita tidak boleh lengah,” imbuhnya.

Sebelumnya, akhir pekan lalu, Presiden China Xi Jinping mengatakan, akan melakukan upaya damai agar Taiwan kembali bersatu. Beijing juga telah menawarkan model otonomi “satu negara, dua sistem” pada Taiwan seperti yang digunakan di Hong Kong.

Berita Terkait : Produk Lokal Taffware jadi Brand “Serba Ada” Dengan Harga Terjangkau

Tapi, semua partai besar Taiwan telah menolaknya. Terutama setelah tindakan keras China pada Hong Kong, bekas jajahan Inggris itu.

Tsai mengulangi, Taiwan bersedia melakukan dialog jika pembicaraan berlangsung atas dasar kesetaraan.

“Niat Taiwan tidak akan berubah, dan akan melakukan semua yang bisa dilakukan untuk mencegah status quo dengan China diubah secara sepihak,” katanya.
 Selanjutnya