Dewan Pers

Dark/Light Mode

Hari Ini Fit And Proper Test, Andika Minta Maaf Sama Komisi I DPR

Sabtu, 6 Nopember 2021 11:19 WIB
Jenderal Andika Perkasa saat menjalani fit and proper test sebagai Panglima TNI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/11). (Foto: Rizky Syahputra/RM)
Jenderal Andika Perkasa saat menjalani fit and proper test sebagai Panglima TNI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/11). (Foto: Rizky Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jenderal  Andika Perkasa meminta maaf kepada seluruh anggota Komisi I DPR, karena harus bekerja di akhir pekan untuk menggelar fit and proper test terhadap dirinya, sebagai Calon Panglima TNI. 

"Yang terhormat Ibu Ketua Komisi I, para Wakil Ketua Komisi I, Ibu Bapak anggota Komisi I, pertama-tama saya memohon maaf, karena di hari Sabtu ini, Bapak Ibu harus bekerja. SAta mohon maaf yang sebesar-besarnya," ujar Andika dalam fit and proper test sebagai Panglima TNI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/11).

Selanjutnya, Andika memaparkan visi yang diusungnya sebagai Panglima TNI. Menantu mantan Kepala Badan Intelijen Nasional  (BIN) AM Hendropriyono ini ingin, masyarakat melihat TNI sebagai bagian mereka.

"Jadi kalau berangkat dari vision statement, Ibu, saya memilih 'TNI Adalah Kita'. Memang sangat singkat sekali, tetapi justru di sini saya ingin masyarakat Indonesia, masyarakat internasional untuk melihat TNI ini sebagai kita, atau bagian dari mereka," ujar Andika.

Berita Terkait : Syaifullah Tamliha: Fit & Proper Test Andika Bakal Mulus, Tak Ada Fraksi Yang Menolak

"Saya tidak ingin orang melihat kita terlalu tinggi. Karena kita dengan segala keterbatasan, kelebihan, keanekaragaman, ya inilah kita. Kita bisa saja ingin profesional, ingin lebih banyak lagi, itulah proses yang akan terus kita bangun," imbuhnya.

Sesuai disiplin ilmu Public Policy dan Public Administration yang pernah dipelajarinya, Andika mengaku ingin masyarakat melihat TNI sebagai organisasi yang apa adanya. Dengan segala kekurangan dan perbaikan yang memang harus kami jalani. 

Tapi ini tak berarti kita tak bisa berbuat apa-apa. Sekalipun punya keterbatasan, kita pasti punya cara untuk mengejar tujuan," tandas Andika. 

Untuk mission statement, Andika menegaskan  tidak akan melenceng dari UU Nomor 34 tentang TNI. Yakni menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah.

Berita Terkait : Ada Klaster PTM, Ganjar Minta Sekolah Tetap Jaga Prokes

Andika Perkasa yang lahir pada 21 Desember 1964 merupakan lulusan Akabri tahun 1987.

Dia mengawali kariernya sebagai perwira pertama infanteri di jajaran Korps Baret Merah (Kopassus) Grup 2 /Para Komando dan Satuan-81 /Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus selama 12 tahun.

Setelah penugasan di Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Mabes TNI-AD, Andika kembali bertugas di Kopassus sebagai Komandan Batalyon 32/Apta Sandhi Prayuda Utama, Grup 3/Sandhi Yudha.

Andika mengenyam pendidikan tinggi Strata-1 (Sarjana Ekonomi) di dalam negeri dan meraih 3 gelar akademik Strata-2 (M.A., M.Sc., M.Phil) dari perguruan tinggi di Amerika Serikat: The Military College of Vermont, Norwich University; National War College, National Defense University; dan Harvard University.

Berita Terkait : Pemerintah Lakukan Segala Upaya Amankan Stok Vaksin

Sementara gelar S3-nya diperoleh dari The Trachtenberg School of Public Policy and Public Administration, George Washington University.

Sebagai Perwira Menengah pada kepangkatan Kolonel (Inf.), Andika pernah menjabat Sespri Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Komandan Resimen Induk (Danrindam) Kodam Jaya/Jayakarta di Jakarta, Komandan Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera Kodam I/Bukit Barisan berkedudukan di Kota Sibolga, Provinsi Sumatra Utara.

Setelah itu, Andika promosi jabatan menjadi Perwira Tinggi dengan pangkat Brigadir Jenderal TNI sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI-AD (Kadispenad), Jakarta pada tanggal 25 November 2013 berdasarkan Keputusan Panglima TNI No. Kep/871/XI/2013 tanggal 8 November 2013.

Kemudian, ia menjabat Komandan Pasukan Pengamanan Presiden/Danpaspampres (2014), Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura (2016), Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat/Dankodiklatad (2018), Panglima Komando Strategis Angkatan Darat/Pangkostrad (2018), dan Kepala Staf Angkatan Darat (2018). [HES]