Dark/Light Mode

Rekrut Dan Berdayakan Difabel

PPP Tak Asal Tebar Janji

Selasa, 7 Desember 2021 07:15 WIB
PPP menggelar kegiatan serial diskusi PPP Ramah Difabel dan Peresmian Rumah Kerja Difabel yang dihadiri Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (Menteri Bappenas), Surya Sahetapy (Aktivis Difabel), dan Nur Amelia (Perludem) Sabtu. (Foto: Istimewa)
PPP menggelar kegiatan serial diskusi PPP Ramah Difabel dan Peresmian Rumah Kerja Difabel yang dihadiri Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (Menteri Bappenas), Surya Sahetapy (Aktivis Difabel), dan Nur Amelia (Perludem) Sabtu. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Sabtu (4/12) lalu, PPP menggelar kegiatan serial diskusi PPP Ramah Difabel dan Peresmian Rumah Kerja Difabel yang dihadiri Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa yang juga Menteri Bappenas, Surya Sahetapy dari Aktivis Difabel, dan Nur Amelia dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Dalam kesempatan itu, Suharso mengatakan, penyandang difabel memiliki hak dan kesempatan yang sama berkontri­busi pada bangsa. Meski memiliki keterbatasan, mereka punya kompetensi dan hak yang sama dengan lain.

Baca juga : Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati Di Kasus Korupsi PT Asabri

PPP berkomitmen menjadi partai yang ramah terhadap difabel. Komitmen itu ditunjukkan dengan memberikan perhatian serius pemenuhan hak-hak penyandang difabel, serta menjadikannya sebagai subjek kebijakan publik.

Aktivis Difabel, Surya Sahetapy mengapresiasi peresmian Rumah Kerja PPP untuk kaum difabel ini.

Baca juga : Keren, Gelandang Bhayangkara Adam Alis Sabet Pemain Terbaik November 2021

Dikatakannya, difabel bukan karena fisik semata, melainkan karena lingkungan sosial yang tidak mengakomodir. Sebab, banyak difabel yang dapat melakukan pekerjaan seperti orang pada umumnya.

Surya mengaku, saat ini dirinya sedang memperjuangkan bahasa isyarat untuk menjadi bahasa resmi di Indonesia. Atau minimal masuk kurikulum sekolah. Dikatakan Surya, bahasa isyarat sudah menjadi bahasa resmi negara, salah satunya di Filipina.

Baca juga : Komitmen Ganjar Sediakan Ruang Bagi Anak Muda Kembangkan Hobi

“Mudah-mudahan dengan PPP bisa kerja sama, juga denganpartai lainnya. Semoga Indonesia bisa ramah difabel,” harapnya.

Sementara peneliti Perludem, Nur Amelia mengatakan, saat ini regulasi perundang-undangan maupun peraturan sudah sangat kuat menjamin kesetaraan hak politik penyandang difabel. Warga difabel bisa berperan di Pemerintahan, punya hak politik untuk memilih. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.