Dark/Light Mode

Butuh Mitra Politik

PKS Pastikan Berkoalisi Atau Bangun Poros Baru

Selasa, 7 Juni 2022 07:40 WIB
Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat PKS, Pipin Sopian. (Foto: Dok. PKS)
Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat PKS, Pipin Sopian. (Foto: Dok. PKS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mau ikut-ikutan latah dengan geliat partai politik yang berkoalisi partai menuju Pemilu 2024.

Partai oposisi ini, tidak terburu-buru masuk koalisi atau mencapreskan salah satu tokoh. Fokus utamanya saat ini adalah ingin menjadi pemenang di pesta demokrasi mendatang. Setelah itu, tidak menutup kemungkinan membangun poros baru.

“Bisa jadi, PKS akan membuat poros koalisi di luar Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Opsi itu, masih terbuka. Selama ada kesamaan visi melakukan kebaikan, dan po­tensi untuk menang,” ujar Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat PKS, Pipin Sopian, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Pertamina Pastikan Salurkan BBM & LPG Aman Hngga Pelosok Desa,

Dikatakan, PKS sangat hati-hati melangkah menuju Pilpres 2024. Termasuk, tidak terburu-buru bergabung dengan KIB yang digagas Golkar, PAN, dan PPP. Padahal, PKS sudah lebih dahulu diajak join Golkar sebelum koalisi ini terbentuk.

“Sebelum Pak Zulhas (Ketum PAN) mengajak kami, Golkar sudah lebih dahulu. Kami bersyukur, sejak dini sudah ada tawaran itu, dan kami tengah mempelajari,” katanya.

Untuk diketahui, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, sempat menggoda PKS untuk bergabung dengan KIB yang dibangunnya saat berpidato di acara HUT PKS yang ke-20, yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (29/5).

Baca juga : Salim Segaf: Pancasila Perintahkan Kita Berkolaborasi Dalam Membangun Bangsa

PKS menyambut baik tawaran tersebut. Asumsinya, akan tercipta paling tidak tiga poros pada Pemilu 2024. Saat ini, sudah terlihat sudah ada dua poros yang memiliki tiket di Pilpres 2024. Pertama, PDIP yang bisa maju sendirian, dan KIB dengan koalisi tiga partai.

PKS saat ini belum menentukan arah koalisinya. Tidak menutup kemungkinan masuk ke dalam KIB, atau membangun koalisi baru. Pasalnya, pesta demokrasi masih jauh, dan PKS juga masih berjuang untuk memangkas Presidential Threshold (Preshold) 20 persen.

Seandainya, aturan main itu dikurangi atau di hapus, maka peta politik akan lebih menggeliat dan memunculkan lebih banyak calon kandidat. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.