Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ketum Partai NasDem Surya Paloh tak nyaman diisukan renggang dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Untuk memastikan hubungannya dengan Mega baik-baik saja, Paloh ngasih kode ingin ketemu Mega. Kapan pun, di mana pun, siap saja.
Isu ketidakharmonisan Paloh dengan Mega muncul sebulan terakhir. Ceritanya begini. Belakangan ini, NasDem rajin melakukan manuver politik dan menggelar pertemuan dengan para ketum parpol. Hampir semua bos parpol ditemuinya atau diundang ke NasDem Tower, di Gondangdia, Jakarta. Sebut saja, ada Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Presiden PKS Ahmad Syaikhu, dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Tak hanya dengan ketum parpol, Paloh juga bertemu dengan tokoh penting seperti SBY dan JK.
Nah, dari sekian bos parpol yang ditemuinya, ada satu yang “ketinggalan”. Dia adalah Megawati. Dari sini, isu keretakan hubungan Paloh dan Mega muncul.
Baca juga : Nenek 86 Tahun Masih Jadi Pramugari
Kesan ketidakharmonisan itu menguat saat Paloh berpidato dalam pembukaan Rakernas NasDem, pertengahan Juni lalu. Dalam sambutannya, Paloh menginstruksikan jajarannya menjaga komunikasi dengan seluruh komponen masyarakat. "Buang itu praktik kesombongan, merasa paling hebat sendiri merasa paling mantab sendiri. Itu bukan NasDem," kata Paloh.
Di pidato itu, Paloh memang tak menyebut parpol. Namun, publik merasa omongan itu diarahkan ke parpol. Bahkan, ada yang mengarahkannya ke PDIP.
Omongan Paloh itu lalu direspons Mega saat membuka Rakernas II PDIP, akhir Juni lalu. Mega merasa heran jika ada yang menyebut dirinya atau PDIP sombong. Padahal, dirinya maupun PDIP tidak pernah menjelek-jelekkan partai politik atau ketua umum partai politik mana pun.
Baca juga : Alex Mau Ngasih Kado Perpisahan Buat Honda
Dari dua pidato itu, publik mengira kedua bos parpol ini sedang tidak harmonis. Lalu, ada yang mengait-ngaitkan dengan arah politik di 2024.
Saat menjadi narasumber program TV The Politician, Paloh ditanya soal ini. Dia menjawab, hubungannya dengan Mega baik-baik saja. Ia pun mengaku siap berkomunikasi dengan Mega kapan pun. Namun, dia merasa pertanyaan soal pertemuan dengan Mega ini, tidak adil karena selalu ditanyakan kepadanya.
"Saya sih siap aja berkomunikasi apa aja tapi yang harus Anda tanyakan pada Mbak Mega, Mbak Mega mau berkomunikasi apa nggak, Mbak Mega suka berkomunikasi apa nggak, Mbak Mega merasa ada miskomunikasi atau nggak?" katanya, seperti dikutip CNN Indonesia, kemarin.
Baca juga : PSI Pengen Kerek Perolehan Suara
Ia lalu menjelaskan kenapa PDIP belum berkunjung ke NasDem Tower. Padahal parpol lain sudah pernah datang. Malah ada yang sudah datang lebih dari sekali. Soal ini, kata dia, masih menunggu waktu yang baik. "Nanti kapan ada kesempatan, ya bagus sekali. Saling mengundang itu kan baik saja," ujarnya.
Paloh pun menegaskan siap datang jika diundang Mega. "Kalau saya dalam keadaan sehat, pasti saya penuhi. Nggak ada masalah," imbuhnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya