Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Paloh menegaskan lagi, hubungannya dengan Mega tak ada masalah. Kalau pun belum mengundang Mega ke kantornya, itu hanya persoalan menunggu waktu. Hubungannya dengan Mega tidak seperti Rusia dan Ukraina. Jadi tak perlu mak comblang untuk mempertemukan.
"Nggak ada masalah. Mbak Mega juga dekat rumahnya dengan kantor ini. Setiap saat, saya bisa ke rumah Mbak Mega dan sebaliknya," katanya.
Menurut dia, hubungannya dengan Mega diisukan renggang karena banyak yang mendramatisasi. Ia lalu mengungkit momen Mega tidak menyalaminya di DPR beberapa tahun lalu.
Baca juga : Nenek 86 Tahun Masih Jadi Pramugari
"Tidak perlu kita mendramatisasi situasi yang sebenarnya tidak ada apa-apanya. Pasti tidak ada apa-apanya. Ingat kan ketika Mbak Mega nggak nyalami saya di DPR, ingat? Ribut semuanya seakan-akan Mbak Mega nggak suka. Saya pikir nggak, kebetulan aja. Nggak terlihat gimana, kelewat. Dan saya bisa terima itu," ungkapnya.
Politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno menyampaikan hal serupa. Kata dia, hubungan Mega dan Paloh baik saja. Tak ada masalah antara keduanya. Juga tidak ada miskomunikasi seperti yang dikira banyak orang.
"Sejauh yang saya pahami, tidak ada masalah. Kesamaan pandangannya jauh lebih banyak daripada perbedaannya," ujar Hendrawan, saat dikontak, tadi malam.
Baca juga : Alex Mau Ngasih Kado Perpisahan Buat Honda
Kalaupun ada perbedaan pandangan, lanjut dia, masih tetap dalam bingkai konsensus-konsensus kebangsaan. Kata dia, hubungan baik Mega dan Paloh terlihat saat makan siang di Istana, pertengahan Juni lalu. "Kalau tak percaya tanya kepada Pak Jokowi yang belum lama ngajak kumpul-kumpul," ungkapnya.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi menyebut wajar kalau publik mengesankan ada komunikasi yang tak baik antara Mega dan Paloh. Soalnya, keduanya saling melempar pernyataan yang secara simbol berisi sindiran. Selain itu, Mega dan Paloh ini sama-sama orang kuat. Keduanya berpotensi menjadi king maker dalam pencalonan di Pemilu 2024.
"Jadi wajar saja kalau ada semacam rivalitas diam-diam (antara mereka)," jelas Burhanudin.
Baca juga : PSI Pengen Kerek Perolehan Suara
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio melihat, tak ada persoalan berarti dalam hubungan Mega dan Paloh. Terbukti keduanya bisa bekerja sama dan menjadi motor koalisi pemerintahan Jokowi. Melihat hal itu, Hendri memperkirakan keduanya akan bertemu pada saatnya nanti. Keduanya bisa bertemu cepat atau lambat. "Saya doakan bisa," kata Hensat, sapaannya, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.
Menurut dia, kepentingan dua tokoh ini bertemu sangat baik efeknya untuk Indonesia. "Lebih adem sehingga lebih maju," tuntasnya.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya