Dewan Pers

Dark/Light Mode

Skala Survei Indonesia

Prabowo Dianggap Kunci Koalisi Pemilu 2024

Selasa, 19 Juli 2022 17:18 WIB
Direktur Eksekutif Skala Survei Indonesia (SSI) Abdul Hakim. (Foto: Istimewa)
Direktur Eksekutif Skala Survei Indonesia (SSI) Abdul Hakim. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Skala Survei Indonesia (SSI) baru saja merilis hasil survei terbaru. Dalam survei tersebut SSI menyatakan bahwa publik butuh Capres yang mampu memecahkan persoalan-persoalan utama negara.

Direktur Eksekutif Skala Survei Indonesia (SSI) Abdul Hakim mengatakan, Partai Gerindra dan Ketua Umum Prabowo Subianto menjadi salah satu faktor utama penentu arah koalisi partai politik menjelang Pemilu 2024.

"Partai Gerindra dan Prabowo Subianto akan menjadi salah satu tonggak sumbu utama penentu arah koalisi partai politik jelang Pemilu 2024," kata Hakim dalam siaran pers dikutip Selasa (19/7).

Berita Terkait : 12 Wakil Indonesia Mundur Dari Chinese Taipei Open 2022

Dia menjelaskan, hal itu dapat terjadi karena Partai Gerindra dan Prabowo memenuhi tiga kriteria dalam membangun koalisi, yaitu elektabilitas calon presiden (capres), kemungkinan mendapatkan tiket atau boarding pass menjadi capres.

Yang lebih krusial lagi tokoh capres yang dinilai mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Terkait kriteria pertama, lanjutnya, Prabowo Subianto yang memiliki elektabilitas paling tinggi di antara sejumlah nama capres, baik dari parpol maupun non-parpol, menjadi magnet tersendiri.

Selanjutnya, mengenai boarding pass, Hakim menilai Partai Gerindra, yang hanya butuh satu teman koalisi demi memenuhi aturan ambang batas 20 persen bagi parpol untuk bisa mencalonkan presiden dan wakil presiden, bakal mempengaruhi bentuk koalisi.

Berita Terkait : BNPT Dukung Indonesia Jadi Anggota Penuh FATF

"Apakah Partai Gerindra hanya cukup puas dengan satu teman koalisi saja atau lebih dari satu teman koalisi? Situasi ini akan sangat berdampak pada konstelasi koalisi yang akan terbentuk ke depan," jelasnya.

Saat ini, menurut dia, dari sembilan parpol yang memiliki kursi di DPR, jika terdistribusi secara proporsional untuk mendapatkan 20 persen kursi, maka paling banyak akan memunculkan empat kelompok koalisi.

PDI Perjuangan, yang memiliki 22,3 persen kursi, tidak perlu mencari pasangan koalisi; sementara Partai Gerindra dan Partai Golkar yang memiliki 13.6 persen dan 14.8 persen kursi hanya perlu mencari satu teman koalisi.

Berita Terkait : Tok! 3 Provinsi Pemekaran Papua Ikutan Pemilu 2024

Parpol-parpol pasti sangat berharap, dengan mengusung capres/cawapres akan membawa efek ekor jas dalam perolehan suara untuk mendapatkan kursi di DPR.

"Dengan pertimbangan ini, saya meyakini bahwa parpol akan sangat kalkulatif dalam mencari pasangan koalisi," katanya.

Dengan tingkat elektoral parpol-parpol dalam membangun koalisi untuk mengusung capres/cawapres, tentu salah satu pertimbangan utama parpol-parpol peserta pemilu 2024 adalah agar memberikan efek baik dari sisi elektoral parpol terkait.■