Dewan Pers

Dark/Light Mode

Partai Garuda: Segelintir Politisi Ikuti Narasi Makelar Politik, Anak Bangsa Jadi Saling Membenci

Sabtu, 6 Agustus 2022 11:34 WIB
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi. (Foto: Ist)
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi mengungkapkan, para makelar politik saat ini menguasai pembicaraan politik dan pemilu.

Banyak makelar politik yang diberikan panggung untuk menyampaikan narasi kebencian, menyampaikan fitnah dan membangkitkan isu SARA.

Sehingga, pada akhirnya pendidikan politik kepada masyarakat terbenam dengan informasi sesat.

Berita Terkait : Nyaris Sebulan dan Melelahkan

"Sayangnya ada segelintir politisi bukannya meluruskan, malah mengikuti narasi yang dibangun oleh para makelar politik tersebut, Sehingga anak bangsa saling membenci," ungkap Teddy Gusnaidi dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/8).

Padahal, partai politik punya kewajiban untuk memberikan pendidikan politik ke masyarakat. Hal itu tertuang dalam UU Politik. Ia mengingatkan pendidikan politik itu bukan berarti tidak ada intrik.

"Tentu intrik itu bagian dari pendidikan politik, karena namanya Pemilu adalah kontestasi, di mana akan ada benturan pemikiran dan benturan pendapat. Pertarungan pemikiran dan pendapat itu harus ada," tutur jubir Partai Garuda itu.

Berita Terkait : Kasus Polisi Tembak Polisi, Hukum Jangan Dilihat Dari Opini

Dengan begitu, masyarakat memiliki dua bahkan lebih pendapat yang bisa membuat mereka memutuskan untuk memilih calon Presiden-Wakil Presiden maupun anggota legislatif dari partai politik.

"Bukan memilih karena unsur SARA, karena termakan fitnah, termakan hasutan dan hal negatif lainnya," sesalnya.

Teddy pun meminta pemilu sehat jangan hanya jadi bualan dalam pidato politik. "Tapi masih memberikan panggung dan bekerja sama dengan para makelar politik," tandasnya. ■