Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Nanti bertahap, kita akan bahas nanti pada waktunya akan dibahas,” kata Airlangga, usai bertemu Paloh. Sementara Imin tak diketahui kedatangannya kembali. Namun, di foto-foto yang beredar, Imin juga ikut foto bersama dengan Paloh, Airlangga dan Suharso. Di foto itu, mereka gandengan tangan sambil tertawa terbahak-bahak. Apakah ada pembicaraan penting?
Sekjen NasDem, Johnny G Plate, menyebut hanya pertemuan biasa. “Mereka saling kontak saja, kebetulan Pak Surya lagi di kantor. Jadi mereka datang,” terang Johnny.
Sebenarnya, Paloh juga mengundang Megawati. Namun, Ketum PDIP itu tidak bisa hadir karena sedang sibuk mempersiapkan kongres. “Kami tahu saudara tua kami, partai pemenang pemilu ini, sedang sibuk menyiapkan Kongres. Jadi kami maklumin ini,” ujar Paloh, tadi malam.
Baca juga : Masinton: Kekuatan Oposisi Penting bagi Negara Demokrasi
Melihat hal ini, pengamat politik, Ujang Komaruddin, mengaku tidak terkejut. Dia melihat, Paloh memang punya pengaruh besar di koalisi Jokowi-Ma’ruf. Makanya, partai-partai koalisi bersedia mendatanginya.
Apalagi mereka punya kepentingan untuk mengamankan jatah kursi menteri dan memperebutkan kursi ketua MPR.
“Bang Surya bisa dikatakan sudah “separuh dewa” di koalisi Jokowi-Ma’ruf. Selain karena ketum Nas dem, dia juga sangat dekat dengan Jokowi. Paling tidak, saran dari Bang Sur ya akan didengar Jokowi terkait persoalan penentuan ketua MPR,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini, tadi malam.
Baca juga : Kapolri Hingga Ketua DPR Berlebaran di Rumah Megawati
Terkait ketidakhadiran PDIP, Ujang menilai partai banteng itu sudah aman. Sehingga tidak perlu lagi melakukan lobi-lobi. “PDIP sudah dapat jatah ketua DPR. Jadi, kemungkinan ketua MPR akan dilepas PDIP. Ini jatahnya partai koalisi Jokowi yang lain,” tuturnya.
Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago, melihat hal yang sama. “Nggak mungkin ketua umum parpol lain menemui Surya Paloh kalau ngak punya pengaruh dan bisa bergaining position,” ujarnya.
Soal tujuan para ketum parpol tersebut, kata Pangi, bisa macam-macam. Bisa penentuan jatah kursi ketua MPR, bisa kursi menteri, bisa juga mengenai jabatan strategis lain. Mereka datang untuk mengamankan jatah masing-masing. Agar tidak direbut teman, apalagi lawan.
Baca juga : Messi Enam Kali Raih Sepatu Emas
“Mereka harus bersekongkol dan punya misi agenda bersama agar harta rampasan perang bisa diamankan. Agar tidak digerogoti partai yang mengusung Prabowo yang belakangan sudah mulai berambisi mengambil kapling,” pungkasnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.