Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Kembali Tidak "Satu Kandang"

Puan Ke Semarang, Ganjar Ke Jakarta

Senin, 19 September 2022 07:55 WIB
Ilustrasi rivalitas Ganjar Pranowo dan Puan Maharani (Kartun: Mice)
Ilustrasi rivalitas Ganjar Pranowo dan Puan Maharani (Kartun: Mice)

RM.id  Rakyat Merdeka - Harapan agar Ketua DPR, Puan Maharani dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bisa berada dalam ‘satu kandang’, masih belum terealisasi. Puan yang kemarin berada di Semarang, Jateng, lagi-lagi tidak bertemu dengan Ganjar. Karena, Ganjar memilih ke Jakarta. 

Pagi-pagi, Puan yang merupakan perempuan yang pertama menjabat sebagai Ketua DPR ini, mengikuti  Final Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Dari sana, Puan menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar di SMP Muhammadiyah 2 Semarang, dan terakhir memberikan arahan di acara bertajuk "Menang Spektakuler 2024: Hattrick!", di The Renaissance Ballroom. Acara terakhir mengusung tema "Pertemuan Seluruh El Commandante, Komandante Bintang Dua & Komandante Bintang Tiga untuk Menerima Arahan dari Mbak Puan Maharani". 

Acara ini dihadiri oleh kepala daerah yang diusung partai berlambang banteng moncong putih itu. Dari surat undangan yang beredar di kalangan wartawan, kegiatan itu turut mengundang 20 kepala daerah di Jateng yang berasal dari PDIP. Namun, nama Ganjar Pranowo yang merupakan Gubernur Jateng, tidak tercantum pada surat berkop DPD PDI Perjuangan Jateng serta ditandatangani Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto dan Sekretaris Bambang Kusriyanto.

Baca juga : Ketua MPR Tinjau Kesiapan Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022

Ketua DPD PDIP Jateng sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto enggan mengomentari kenapa Ganjar tak hadir di acara itu. Kata dia, acara tersebut memang hanya mengundang kepala daerah pada level bupati dan wali kota.

"Ini adalah elektoral itu di mana? Suara ada di mana? Suara ada di TPS, TPS itu kemudian dikumpulkan menjadi kecamatan, kabupaten, jadi perform tingkat DPC itu yang akan bermain penuh adalah DPC. Maka, ini yang diundang para DPC. DPC itu bupati, ketua dewan, di level itu. Karena itu tempatnya suara, oke? Jadi, nggak usah diperdebatkan lagi," kata Bambang. 

Puan pun tidak memberikan sesi wawancara kepada wartawan ketika acara selesai. Puan langsung meninggalkan lokasi untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.

Baca juga : Pemprov DKI Jangan Cuma Banyak Rencana Minim Aksi

Momen ini mengingatkan pada kejadian  saat Puan melakukan kunjungan kerja untuk meresmikan Pasar Legi, di Solo, Jawa Tengah, 20 Januari 2021. Dalam kunjungan itu, Puan hanya didampingi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Sementara Ganjar absen karena harus ke Jakarta. Ketidakhadiran Ganjar ini jadi pemberitaan luas di media online dan cetak. 

Lantas, ke mana Ganjar kemarin saat Puan datang ke daerah kekuasaannya? Ternyata, politisi PDIP itu pergi ke Ancol, Jakarta. Ganjar datang untuk menghadiri temu Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama). Di organisasi itu, Ganjar merupakan Ketum Kagama. 

Selain Ganjar, sejumlah menteri dari Kabinet Indonesia Kerja yang merupakan alumni UGM ikut hadir. Momen kebersamaan menteri-menteri Jokowi dan Ganjar itu, antara lain dipamerkan oleh  kun Instagram Koordinator Staf Khusus Presiden yang juga Sekjen PP Kagama, Ari Dwipayana, kemarin. Dalam foto itu, ada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. "Acara berlangsung meriah dan gayeng," tulis Ari, memberikan keterangan foto.

Baca juga : Ganjar Berani Datang Atau Nggak Ya…

Ari mengatakan, temu alumni ini baru diadakan setelah sebelumnya terhenti dua setengah tahun akibat pandemi. "Betul-betul guyub-rukun dan miguni," lanjutnya.

Pengamat politik Jamiluddin Ritonga tak kaget mengetahui Puan dan Ganjar tak bertemu meski Puan datang ke Semarang. Kata dia, hal ini menandakan beberapa hal. Pertama, PDIP hampir dipastikan akan mengusung Puan pada Pilpres 2024. Soalnya, Puan sudah memanjakan mesin partai di mana-mana untuk meningkatkan elektabilitasnya. Menurut dia, konsolidasi kader oleh Puan akan terus berlanjut.

Kedua, Puan dipercaya oleh partainya untuk melobi petinggi partai politik. Hal itu sudah mulai dilakukannya dengan mengunjungi Ketum NasDem Surya Paloh dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Terakhir, Puan dipercaya untuk konsolidasi ke daerah. Ketidakhadiran Ganjar artinya PDIP tidak ingin memberikan panggung kepada Ganjar. Dan, secara psikologis sebagai sanksi. "PDIP tampaknya tidak memiliki calon lain untuk diusung pada Pilpres 2024," pungkasnya.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.