Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jadi Calon Ketua Umum Terkuat

Airlangga Mampu Kembalikan Kekaryaan Golkar

Rabu, 31 Juli 2019 09:46 WIB
Dialog para aktivis Golkar soal rencana penyelenggaran Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, kemarin. (Foto: Istimewa).
Dialog para aktivis Golkar soal rencana penyelenggaran Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, kemarin. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Akhir tahun ini, Partai Golkar akan menggelar musyarawah nasional (Munas). Kandidat calon ketua umum yang akan dipilih dalam Munas mengerucut kedua nama, yaitu Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Airlangga berpeluang lebih besar untuk terpilih kembali memimpin Golkar. Airlangga yang juga merupakan ketua umum saat ini dianggap telah menjaga roh partai kembali pada jalurnya.

Dengan dinamika politik yang terjadi sebelumnya seperti kasus korupsi dan dualisme kepemimpinan, Airlangga datang dan berhasil mengembalikan kepercayaan masyarakat serta meraih hasil dua besar Pemilu 2019.

Berita Terkait : Asbun Yang Bilang Ada Perubahan Kepengurusan Di DPP Partai Golkar

“Satu setengah tahun kepemimpinan di Golkar dan waktu yang sangat pendek ini, Pak Airlangga bisa sukses dan kinerja partai semakin baik,” kata Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Ari Nurcahyo dalam diskusi di Jakarta, kemarin.

Sehingga roh partai yang disebut kan oleh Ari sebagai "kekaryaan" sekarang telah benar pada jalurnya di bawah Airlangga. Usai reformasi hingga beberapa kontestasi pesta demokrasi, seringkali Golkar kehilangan arah.

Kini Airlangga menemukan formulasi yang pas dan mengembalikan terah partai sebagai mitra pemerintah dalam membangun bangsa.

Berita Terkait : KPK Minta Penikmat Aliran Dana RTH Bandung Kembalikan Uang

“Kekaryaan mendukung pembangunan. Ketika momen politik itu datang kepada Pak Airlangga, sepertinya roh politik yang dikatakan ‘keluar rel’ itu kembali lagi,” ungkap Ari.

Dalam Munas ke depan, pekerjaan rumah adalah menjaga "kekaryaan". Ari yakin, Airlangga dapat menjaga partai di jalurnya. Apalagi dalam Munas juga harus bisa memunculkan sosok untuk bursa capres/cawapres ke depan.

Agar Partai Golkar tidak hanya menjadi partai pendukung semata. Sekarang, kata Ari, Airlangga memiliki potensi memimpin 5 tahun ke depan, dan punya potensi jadi capres 2024. Karena 2024 pasar bebas.
 Selanjutnya