Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Ia mengatakan, semua kader memiliki peran dan tugasnya dalam posisi masing-masing. "Jangan sebentar-bentar atau melulu diukur dengan indeks rivalitas atau potensi perbenturan. Persepsi yang keliru," pungkasnya.
Sementara, Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai, perselisihan antara Ganjar dengan Puan sangat nyata. Padahal sebagai seorang politisi, seharusnya keduanya bisa menyembunyikan konfliknya itu.
Baca juga : Tewas Setelah Menari Di Atas Truk Berjalan
"Mestinya, kalau bersahabat, apalagi ini satu partai, ya bergandengan satu sama lain. Tapi kelihatannya, ada gengsi masing-masing, karena masih menjaga jarak," ulas Ujang saat dihubungi Rakyat Merdeka, tadi malam.
Persaingan pencapresan di internal PDIP disebut-sebut menjadi biang keladi keduanya menjaga jarak. Padahal, semestinya tidak terlalu baper alias bawa-bawa perasaan dalam urusan politik.
Baca juga : Yudo Di Atas Angin Dudung Juga Oke
Menurut Ujang, perselisihan ini tidak baik untuk PDIP. Sebab, masalah internal partai seharusnya ditutup rapat dengan baik. Ketika dibawa keluar, kader partai harus bersikap kesatria.
"Persaingan itu murni, karena capres. Saya melihat ini bukan setingan. Sekalipun misalnya PDIP akhirnya mengusung Ganjar, itu karena faktor elektabilitas saja," kata Ujang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya