Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sebut Ada Lagi Partai Gabung KIR

Prabowo Dituding Gimmick

Rabu, 25 Januari 2023 07:55 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat meresmikan Sekber Gerindra-PKB di Menteng, Jakarta, Senin (23/1/2023). (Foto: DPP PKB)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat meresmikan Sekber Gerindra-PKB di Menteng, Jakarta, Senin (23/1/2023). (Foto: DPP PKB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekalipun Partai Gerindra dan PKB telah mendirikan Sekretariat Bersama (Sekber) pemenangan pemilu, secara terbuka, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut, tengah berkomunikasi dengan partai lain, khususnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Apakah Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) yang diga­gas dua partai itu akan dapat tam­bahan kekuatan? Mungkinkah PKS lepas dari Koalisi Peruba­han yang dibentuk bersama Partai NasDem dan Demokrat? Apalagi jika cawapres mereka tidak diakomodir oleh koalisi?

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai, pernyataan Prabowo akan ada partai lain yang bakal merapat ke KIR, hanya komunikasi politik lum­rah untuk meningkatkan posisi tawar politik. Agar terlihat seolah diminati partai lain.

Berita Terkait : Enzo Dibanderol Rp 2 Triliun

“Bisa jadi hanya gimmick supa­ya muncul kesan koalisi Gerindra dan PKB diminati partai lain,” kata Adi dalam pesannya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Gimmick semacam ini sah dan lumrah. Seperti halnya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang beberapa kali mengklaim akan ada partai politik bergabung ke gerbongnya.

Menurut Adi, kemungkinan koalisi-koalisi ini pecah masih ada. Namun, saat ini kecenderungannya koalisi makin solid. Karena toh buktinya belum ada partai yang keluar dan bergabung dari komposisi yang ada saat ini. “Misal KIB, belum ada tanda-tanda mereka bubar. Demikian juga Koalisi NasDem, PKS dan Demokrat. PDI Perjuangan, masih wait and see,” terangnya.

Berita Terkait : Prabowo Gaspol Naikin Pamor

Selain itu, dosen di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini menambahkan, KIR sama dengan koalisi lainnya belum fix betul. Dia menilai, dibentuknya Sekber Gerindra-PKB dinilainya untuk memperpanjang nafas ne­gosiasi politik kedua partai.

Prabowo, kata Adi, ingin terus menyakinkan PKB akan men­jadikan Muhaimin Iskandar se­bagai cawapres. Sekber ini juga untuk membantah keduanya belum solid karena persoalan cawapres yang belum sepakat dan diumumkan ini.

“Beberapa waktu lalu, elite PKB kan membuka ruang ber­gabung dengan koalisi lain. Sek­ber ini ingin bilang, keduanya solid dan serius. Minimal capresnya sudah oke,” tandasnya.
 Selanjutnya