Dewan Pers

Dark/Light Mode

NasDem Naik Lagi

Banteng Turun, Tapi Tetap Di Puncak

Rabu, 30 November 2022 08:00 WIB
Direktur Eksekutif  Charta Politika, Yunarto. (Foto: Antara).
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto. (Foto: Antara).

RM.id  Rakyat Merdeka - Anies Baswedan efek mulai dirasakan Partai NasDem, usai mendeklarasikan eks Gubernur DKI Jakarta itu sebagai calon presiden. Perlahan-lahan, elektabilitas partai yang dipimpin Surya Paloh itu mengalami tren kenaikan. Sementara PDIP yang belum umumkan jagoannya untuk 2024, elektabilitasnya mulai turun meski tetap berada di puncak survei.

Fenomena itu tergambar dalam hasil survei Charta Politika yang dirilis, kemarin. Dalam riset bertajuk “Persepsi Publik Terkait Kinerja Pemerintah dan Peta Elektoral Terkini”. Survei tersebut dilakukan pada 4-12 November 2022 dengan melibatkan 1.220 responden dengan wawancara tata muka. Metode survei dengan multistage random sample. Adapun margin of error dalam survei sebesar 2,83 persen.

Hasilnya, posisi 3 besar elektabilitas partai masih dipegang PDIP, Gerindra dan Golkar. Meskipun berada di 3 besar, kecenderungan elektabilitas ketiganya tak menunjukkan peningkatan yang significan.

Berita Terkait : Ini Dia, 19 Pemain Yang Diragukan Tampil Di Piala Dunia 2022 Qatar

“Kalau dilihat dua bulan terakhir bisa dikatakan cendrung mengalami stagnasi,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto dalam paparannya, kemarin.

Bahkan, elektabilitas banteng terus merosot dalam beberapa bulan terakhir. Dari bulan Juni misalnya, PDIP yang sempat mengantongi elektabilitas 24,1 persen turun menjadi 21,4 persen di bulan September. Sementara dari September ke Oktober cenderung stagnan. Hanya naik tipis dari 21,4 persen ke 21,7 persen.

Kendati demikian, partai yang dikomandoi oleh Megawati Soekarnoputri itu masih menyegel posisi puncak elektabilitas.

Berita Terkait : Negaranya Digoyang Bom, Presiden Turki Tetap Ke Bali

Menurut Yunarto, naik turunnya elektabilitas PDIP, dipengaruhi oleh kecenderungan parpol dalam menjagokan figur tertentu jelang Pilpres 2024. Sementara hingga saat ini partai berlambang moncong putih itubelum memutuskan siapa jagoannya. “Nanti kita lihat efek pencalonan presiden ini dari PDIP,” terangnya.

Toto-sapaannya, memaparkan temuan menarik bagi PDIP terkait siapa capres yang bakal diusungnya. Kata dia, PDIP berpotensi ditinggalkan oleh banyak pemilih apabila tidak mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai Capres.

“Sebanyak 31 persen responden pemilih PDIP dan Ganjar Pranowo menyatakan tidak akan memilih PDIP jika Ganjar Pranowo tidak dicalonkan oleh PDIP,” beber Toto.

Berita Terkait : Antisipasi Dinamika Di Lapangan, Polri Telah Siapkan Kontijensi Plan

Kondisi berbeda justru dialami NasDem. Partai yang sudah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres, kata dia, mulai memanen efek ekor jas yang positif. Elektabilitas NasDem di bulan Juni sebesar 5,3 persen, sempat turun ke 4,8 persen pada September 2022. Angka tersebut kembali naik di bulan Oktober 2022 sebesar 6,0 persen.
 Selanjutnya