Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Zul mengingatkan, ada tujuh partai politik di parlemen, termasuk PAN, yang sudah menyatakan penolakan terhadap sistem proporsional tertutup. Karena itu, ia meyakini, MK akan memutus proporsional terbuka untuk 2024.
Hal senada disampaikan Din Syamsuddin. Ketua Umum Partai Pelita ini mengatakan, sistem pemilu dengan proporsional terbuka lebih demokratis dari pada sistem tertutup.
Salah satu pendiri Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) ini mengatakan, Partai Pelita dalam waktu dekat ini akan ikut menyampaikan sikap terkait isu-isu politik terkini.
Baca juga : Di Muktamar Pemuda Muhammadiyah, Sukron Siap Merajut Ukhuwah Antar Kader
Din menegaskan, Partai Pelita memang tidak bisa ikut Pemilu 2024 karena tak lolos verifikasi administrasi di KPU. Namun, sebagai sebuah entitas politik yang legal berdasarkan SK Menkumham, Partai Pelita akan tetap eksis.
Sehari sebelumnya, Ketum Nasdem Surya Paloh menyampaikan warning serupa. Ia mewanti-wanti soal ancaman stabilitas politik jika sistem proporsional tertutup diterapkan di Pemilu 2024.
“Kami bisa menyatakan, prediksi kami, mudah-mudahan kami salah, mudah-mudahan Demokrat dan NasDem salah, ancaman distabilitas jangan sampai terjadi,” kata Paloh, usai menemui menemui Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Markas Demokrat, Jakarta, Rabu (22/2).
Baca juga : Lestari: Pers Harus Jadi Pemersatu Bangsa
Paloh mengaku sempat membahas persoalan ini dengan AHY. Sebagai partai koalisi pemerintah, Paloh merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga prestasi pemerintah saat ini. “NasDem berkomitmen dan menjaga penuh akan perjalanan dari pada seluruh prestasi yang dicapai, tidak terusakkan oleh satu dan lain hal,” ujarnya.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin juga memberikan warning yang serupa. Ia mengaku putusan MK soal uji materi UU Pemilu tentang sistem pemilu akan sangat menentukan. Menurut dia, jika MK menentukan memilih sistem tertutup, politik Indonesia akan berada dalam keadaan bahaya.
“Artinya negeri ini sedang dangerous, sedang menghadapi keadaan bahaya, politik dalam keadaan bahaya,” ujar Cak Imin di Markas PKB, Jakarta Pusat, Selasa (21/2).
Baca juga : Bamsoet Dukung Pembuatan Sistem Terstruktur Penerbitan Izin Praktik Dokter
Menurut Wakil Ketua DPR ini, politik Indonesia akan mengalami stagnasi. “Saya menganggap kalau itu terjadi akan mengancam pelaksanaan pemilu,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya