Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Tesla Batal Investasi Di Indonesia, Partai Garuda Sebut Tak Masalah

Kamis, 27 Juli 2023 13:08 WIB
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi (Foto: Ist)
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menilai, batalnya Tesla berinvestasi di Indonesia bukan masalah.

Hal ini disampaikan Teddy menanggapi pihak-pihak yang menertawakan Presiden Jokowi karena perusahaan Elon Musk itu lebih memilih berinvestasi di Malaysia.

"Sebenarnya tidak masalah, namanya juga usaha, namanya juga penjajakan, tentu tidak harus selalu berhasil," ujar Teddy, Kamis (27/7).

Indonesia sendiri begitu gigih mengajak kerja sama, sampai harus mengunjungi Elon Musk.

Baca juga : Luhut Mau Temui Elon Musk

Bahkan tidak tanggung-tanggung, Presiden Jokowi yang turun langsung menemuinya.

"Yang dilakukan Jokowi pun bukan hal yang memalukan, itu bagian dari tugas beliau, menarik investor untuk meningkatkan perekonomian negara," imbuh pria yang juga menjabat Juru Bicara Partai Garuda ini.

Memang, kata dia, akan sangat menguntungkan jika terjalin kerja sama antara Tesla dan Indonesia.

Sebab Tesla adalah pemain besar dunia untuk kendaraan listrik, sedangkan Indonesia adalah penghasil nikel terbesar di dunia. Nikel adalah bahan utama untuk pembuatan baterai kendaraan listrik.

Baca juga : Asal Legal, Ganti Ketum Parpol Nggak Masalah

"Makanya Jokowi turun tangan langsung," terang Teddy.

Namun dia meyakini, Tesla punya pemikiran sendiri untuk tidak melakukan investasi di Indonesia.

"Indonesia tidak bisa memaksa Elon Musk untuk Investasi di Indonesia. Begitupun Elon Musk, tidak bisa memaksa Indonesia untuk mensuplai nikel," tuturnya.

Jadi, ditegaskan Teddy, ini hal biasa, bukan hal yang memalukan. Apalagi awal 2024, Indonesia sudah mulai memproduksi baterai kendaraan listrik, memanfaatkan nikel sendiri dan juga memproduksi sendiri mobil listrik.

Baca juga : PLN Indonesia Power Cari Mitra Strategis Garap Proyek Hydronesia

"Kalau tidak ada yang mau kerja sama, ya kita buat sendiri!" tandas Teddy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.