Dark/Light Mode

Nanggap Wayang Lakon Parikesit

PKS: Simbol Regenerasi Kepemimpinan Nasional

Senin, 28 Agustus 2023 11:08 WIB
PKS menggelar wayang kulit dengan lakon Parikesit. Hadir dalam gelaran ini sejumlah petinggi PKS, Partai Demokrat, serta Capres Anies Baswedan, di Jakarta, Minggu (27/8). (Foto: Istimewa)
PKS menggelar wayang kulit dengan lakon Parikesit. Hadir dalam gelaran ini sejumlah petinggi PKS, Partai Demokrat, serta Capres Anies Baswedan, di Jakarta, Minggu (27/8). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid menyebutkan, sosok Parikesit dalam cerita pewayangan menggambarkan perubahan dan regenerasi kepemimpinan.

Hal itu disampaikannya dalam acara Pagelaran Wayang kulit yang diselenggarakan oleh DPP PKS dengan lakon cerita berjudul Parikesit Jumeneng Ratu.

"Lakon yang sengaja dipilihkan adalah lakon yang amat sangat korelatif dan amat sesuai dengan apa yang kita pikirkan dan apa kita perjuangkan bersama. Yaitu Parikesit Jumeneng Ratu kita mengetahui bahwa ini adalah sebuah cerita tentang bagaimana regenerasi kepemimpinan terjadi," tutur sosok yang akrab disapa HNW dalam keterangannya, Senin (28/8).

Baca juga : Ini Saran PWI Jaya Untuk Regulasi Kemasan Pangan

Parikesit adalah generasi cucu dari Amarta yang memenangkan perang Baratayuda. Parikesit adalah cucunya Arjuna, putranya Abimanyu Angka Wijaya dengan istri Dewi Utari.

"Parikesit adalah generasi cucu yang kemudian terbukti bukan hanya bisa melanjutkan kehidupan berbangsa bernegara Pada era itu," imbuhnya.

HNW berharap, lakon cerita Parikesit menghadirkan inspirasi dan aharapan bersama akan muncul pemimpin yang membawa perubahan dan kemajuan seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa.

Baca juga : Jelang Lawan Persija, Singo Edan Masih Belum Ketemu Pola Permainan

"Kita berharap ini semua memberikan inspirasi kepada kita bahwa adanya kelanjutan dan adanya perubahan adanya regenerasi kepemimpinan adalah suatu hal yang sangat-sangat wajar saja. Itu menjadi bagian dari budaya Indonesia, wayang, yang mudah dan bisa kita hayati secara lebih baik," ucap HNW.

Ia lantas menyebutkan, PKS menyelenggarakan Pagelaran Wayang Kulit sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia dengan menikmati pagelaran budaya.

HNW mengatakan, PKS sebagai partai politik tidak selalu menjalankan politik praktis namun juga politik kebudayaan.

Baca juga : Dampak Geopolitik Dunia Pada NKRI Dan Kesiapan Kepemimpinan Nasional

Dikatakan, PKS mensyukuri karunia Allah yakni kemerdekaan Indonesia tapi sekaligus mensyukuri bahwa Allah memberikan karunia nikmat untuk bisa menikmati Indonesia merdeka. Melalui menikmati kebudayaan yang ada di Indonesia inilah salah satu pembuktian bahwa partai politik memang tidak hanya berurusan terkait dengan Pemilu atau politik praktis tapi juga politik kebudayaan.

"Salah satu adalah nguri-nguri menyemarakkan kehidupan berbangsa kita melalui kebudayaan yang ada. Yakni wayang kulit, wayang adalah budaya Indonesia yang sudah diakui di UNESCO sebagai warisan budaya dunia," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.