Dark/Light Mode

Belum Akur Dengan Gus Yahya

Imin Slek Dengan Yaqut

Senin, 2 Oktober 2023 07:40 WIB
Ketum PKB Muhaimin Iskandar. (Foto: Antara)
Ketum PKB Muhaimin Iskandar. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Meskipun Yaqut tidak menyebut nama, pidato itu dianggap menyerang Anies Baswedan, Capres yang akan jadi teman duet Imin di Pilpres 2024. Imin lantas membalas pernyataan Yaqut itu dengan kata-kata yang cukup nyelekit. Menurutnya, omongan seperti itu tak pantas keluar dari seorang Menteri Agama.

“Itu omongan buzzer. Hahaha,” sindir Imin di Jakarta Pusat, Minggu (1/10/2023).

Tak hanya Imin, anak buahnya di PKB juga tak terima dengan omongan Yaqut. Meskipun Yaqut juga kader PKB, rekan separtainya ikut terang-terangan menyerang Yaqut.

Baca juga : Kementan Ganjot Investasi Di Sektor Pertanian

“Hati-hati, jaga mulutnya. Karena apa, karena ini pejabat publik. Dia digaji oleh pajak negara untuk membuat suasana harmoni, bukan untuk mengeluarkan statement-statement yang nggak perlu. Rakyat itu lebih paham,” semprot Waketum PKB Jazilul Fawaid.

Tak hanya mengkritik, Jazil-sapaannya juga mengancam Yaqut dengan sanksi partai. Kata dia, PKB telah menyiapkan langkah-langkah untuk mendisiplinkan Yaqut. Karena seharusnya, Yaqut tidak perlu mengeluarkan pernyataan yang justru memunculkan spekulasi di akar rumput.

“Kalau posisinya sebagai menteri, ya presidenlah yang mengevaluasi. Kalau sebagai kader PKB, kami tentu sudah menyiapkan langkah-langkah pendisplinan,” ungkapnya.

Baca juga : Jaringan 5G Terus Diperluas, Kominfo Siapkan Insentif

Wakil Ketua MPR ini lalu menyinggung posisi Yaqut sebagai pembantu presiden yang dianggapnya telah mengumbar hoaks. Padahal, Yaqut seharusnya bertanggung jawab menjaga kerukunan beragama.

Padahal, kata dia, Presiden Jokowi sudah bolak-balik bilang untuk jaga persatuan, jangan ada politik pecah belah, jangan bikin hoaks. Ini hoaks kok dari negara, ini hoaks kok mulai dari Menteri Agama yang sesungguhnya bertanggung jawab terhadap kerukunan umat beragama. Saya pikir itu tidak pantas. Biarlah publik yang mengevaluasi, kalau tidak presiden yang mengevaluasi,” tuturnya.

Jazilul menegaskan, PKB telah mengusung pasangan Anies-Imin sebagai Capres-Cawapres pada Pemilu 2024 . Apabila ada kader yang tidak satu suara dengan pengusungan itu, akan menerima disiplin organisasi.

Baca juga : Jelang Akhir Pekan Rupiah Masih Tak Bertenaga

“Yang tidak setuju dengan itu berarti menyimpang dari keputusan organisasi, gampang itu. Dan publik akan tahu siapa kader-kader PKB yang menyimpang dari keputusan organisasi dan pasti akan menerima disiplin organisasi,” tegasnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini, hubungan Imin dengan Gus Yahya memang sedang tidak harmonis. Kedua tokoh kerap saling melemparkan sindiran di depan publik.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin 2/10/2023 dengan judul Belum Akur Dengan Gus Yahya, Imin Slek Dengan Yaqut

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.