Dark/Light Mode

Pengamat: Puan Ingin JK Bujuk Golkar Gabung Ganjar

Jumat, 6 Oktober 2023 21:20 WIB
Wakil Presiden Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla kiri dan Ketua DPR RI Puan Maharani usai silaturahim di Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (4/10). Foto: Antara
Wakil Presiden Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla kiri dan Ketua DPR RI Puan Maharani usai silaturahim di Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (4/10). Foto: Antara

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Airlangga Pribadi menilai safari politik yang dilakukan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani ke senior Partai Golongan Karya (Golkar) untuk mengambil pengaruh kedua tokoh.

Puan diketahui menemui Luhut Binsar Pandjaitan dan Jusuf Kalla (JK). Menurut Airlangga Pribadi, kedua tokoh senior partai berlambang pohon Beringin itu dinilai masih memiliki pengaruh di internal Golkar.

Airlangga Pribadi menilai, Puan dan PDIP ingin memanfaatkan pengaruh JK untuk membujuk Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto beralih mendukung Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo.

Meskipun, ia mengakui, peluang ini sangat kecil karena Golkar sudah mengambil posisi bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan mendukung bakal Capres Prabowo Subianto.

Baca juga : Punya Ikatan Batin Keluarga, Kaesang Buka Opsi PSI Dukung Ganjar Pranowo

Namun, Airlangga Pribadi menegaskan, selama belum didaftarkan ke KPU, dinamika politik nasional masih bisa berubah.

"Tergantung tawaran yang diberikan PDI Perjuangan. Tawaran tertinggi yakni membuka ruang Ketua Umum Golkar Airlangga menjadi Cawapres dari Ganjar," tutur Airlangga Pribadi dalam keterangan, Jumat (6/10).

Selain itu, PDI Perjuangan juga dinilai memanfaatkan pengaruh JK untuk bisa meraih suara di Indonesia timur. Sebab, mantan ketua umum Golkar ini adalah tokoh berpengaruh di wilayah Indonesia bagian timur.

Isu bergabungnya JK menjadi Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar juga menguat setelah Puan menyambangi kediaman sosok yang pernah menjabat Wakil Presiden dua kali itu.

Baca juga : Golkar Tunggu Kejutan

Ganjar mengaku senang jika JK bersedia bergabung dengan TPN. "Kalau berkenan, saya akan senang," kata Ganjar saat mengunjungi Ponpes Luhur Al-Tsaqafah di Jakarta, Kamis (5/10) malam.

Menurut Ganjar, pertemuan Puan dengan JK akan membuat demokrasi di Indonesia semakin cair. "Kalau bertemu semua tokoh lancar pesta demokrasi menyenangkan," kata dia.

Di sisi lain, Juru Bicara JK, Husein Abdullah mengakui, harapan PDIP agar JK bergabung dengan TPN Ganjar Pranowo menyimbolkan JK sosok negarawan yang masih dibutuhkan bangsa Indonesia.

Hal ini menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang memberikan sinyal bahwa JK akan bergabung dengan TPN Ganjar Pranowo.

Baca juga : Gugatan Usia Capres, Pengamat: Ada Yang Ingin Ganggu Marwah MK

"Harapan Pak Hasto ini sebenarnya sangat simbolik. Pak Hasto mungkin saja ingin mengatakan bahwa Pak JK dalam kapasitas sebagai negarawan, pikiran dan aksinya masih dibutuhkan bangsa ini," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.