Dark/Light Mode

KPK Sebut Ada Duit Korupsi SYL Ngalir Ke Partai

NasDem Tidak Happy

Minggu, 15 Oktober 2023 07:40 WIB
Bendahara Umum DPP Partai NasDem yang juga Bendahara Umum Fraksi NasDem DPR Ahmad Sahroni didampingi sejumlah pengurus DPP Partai NasDem, menyampaikan klarifikasi di Kantor Pusat DPP Partai NasDem, Jakarta, Sabtu (14/10/2023), terkait pernyataan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Sahroni membantah pernyataan pimpinan KPK Alexander Marwata dan menegaskan bahwa tidak ada aliran uang dari mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dari hasil korupsi yang mengalir Rekeninhg Partai Nasdem. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)
Bendahara Umum DPP Partai NasDem yang juga Bendahara Umum Fraksi NasDem DPR Ahmad Sahroni didampingi sejumlah pengurus DPP Partai NasDem, menyampaikan klarifikasi di Kantor Pusat DPP Partai NasDem, Jakarta, Sabtu (14/10/2023), terkait pernyataan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Sahroni membantah pernyataan pimpinan KPK Alexander Marwata dan menegaskan bahwa tidak ada aliran uang dari mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dari hasil korupsi yang mengalir Rekeninhg Partai Nasdem. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

 Sebelumnya 
Syahroni mempertimbangkan mensomasi Alex. Sebab, ucapan tersebut telah merugikan NasDem di hadapan publik. Padahal, NasDem selalu mendukung kerja KPK dalam pemberantasan korupsi.

“Kita bangga ada KPK yang selama ini melakukan proses kerja dengan pencegahan yang luar biasa, tapi kami juga nggak mau dilakukan seolah-olah partai kami adalah partai korup,” tukas Sahroni.

Apa tanggapan Alex terkait protes NasDem? Alex mengatakan, soal pernyataan yang menyebutkan duit korupsi Syahrul ada yang mengalir ke NasDem berdasarkan alat bukti yang diperoleh pada saat penyidikan. “Dan, itu bukan pernyataan pribadi. Tetapi saya mewakili pimpinan dan lembaga,” ujarnya, kepada media, Sabtu (14/10/2023).

Baca juga : NasDem Bantah Kecipratan Duit Korupsi SYL, KPK: Kami Punya Bukti

Sementara, Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri memastikan, pihaknya terus melakukan penelurusan aliran dana terkait dugaan korupsi Syahrul. KPK, kata dia, bahkan telah mengembangkan kasus ini dengan pasal dugaan pencucian uang.

KPK juga akan mendalami kepada pihak-pihak terkait yang diduga mengetahui perbuatan tersebut. Termasuk NasDem. “KPK meyakini, partai politik dimaksud tentunya akan mendukung proses penegakan hukum tindak pidana korupsi ini,” ujar Fikri.

Warganet ikut mengomentari pernyataan KPK yang menyebut adanya aliran duit korupsi Syahrul ke NasDem. “Menyangkal boleh-boleh saja. KPK juga nggak sembarangan menuduh adanya aliran uang hasil korupsi SYL ke NasDem. Monggo para netizen yang terhormat, silakan menilai mana yang benar, NasDem atau KPK,” cuit @jr_kw20.

Baca juga : Bantah Uang Korupsi SYL Ngalir Ke NasDem, Sahroni: Seolah-olah Kita Busuk Banget

“Biasanya KPK sulit membuktikan aliran dana ke partai dari hasil kasus korupsi yang mana. Pelaku koruptor biasanya sumber korupsinya banyak, tapi tidak semua diperkarakan,” sahut @LaRam_Jer.

Untuk diketahui, dalam kasus korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan), KPK telah menetapkan Syahrul, Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Kementan Muhammad Hatta, sebagai tersangka.

Syahrul diduga telah mengumpulkan setoran sebesar Rp 13,9 miliar sepanjang 2020 sampai 2023 dari pejabat Kementan. Jumlah itu di luar temuan KPK senilai Rp 30 miliar dan Rp 400 juta yang diamankan saat penggeledahan.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu 15/10/2023 dengan judul KPK Sebut Ada Duit Korupsi SYL Ngalir Ke Partai, NasDem Tidak Happy

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.