Dark/Light Mode
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA
- PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Surabaya Senilai Rp 151,9 Miliar
Jokowi Vs Prabowo Panas Di Akhir
Belum Selesai Sudah Pelukan
Sebelumnya
Setelah itu, mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan panelis yang sebelumnya sudah diberikan kisi-kisinya. Kedua paslon ke podium untuk mengambil bola berisikan huruf A sampai E. 02 mendapat giliran pertama. Hasilnya, B. Ira Koesno membuka amplop B. Pertanyaannya soal strategi paslon untuk mengatasi peraturan yang tumpang tindih dan menciptakan kepastian hukum. Jawaban kedua paslon normatif.
Baca juga : Heboh Di Akhir Pekan
Pertanyaan kedua soal HAM, agak seru. Jokowi dan Prabowo saling sindir. Awalnya, Prabowo menyindir Jokowi dengan menyebut penegakan hukum di rezimnya belum adil. Dia mencontohkan kepala desa yang mendukungnya malah ditangkap. Sementara yang mendukung petahana tidak diproses hukum.
Baca juga : Jokowi Hadiri Puncak Natal 2018 Di Medan
“Kadang-kadang aparat itu berat sebelah. Sebagai contoh kalau ada kepala daerah, gubernur yang dukung paslon 01 itu menyatakan dukungan tidak ada, tapi ada kepala desa menyatakan mendukung 02 ditangkap. Saya kira ini suatu perlakukan tidak adil. Sebab menyatakan pendapat itu dijamin UUD. Siapapun boleh menyatakan pendapat dukungan kepada siapapun saya kira. Kami mohon bapak perhitungkan ada anak buah bapak berlebihan,” sindir Prabowo.
Baca juga : Jokowi Pastikan Waduk Ciawi & Sukamahi Kelar 2019
Kades yang dimaksud Prabowo adalah Suhartono. Dia adalah Kepala Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, Jawa Timur. Suhartono ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tindak pidana pemilu. Ia terlibat dalam kampanye Sandiaga Uno saat berkunjung ke Wisata Pemandian Air Panas Padusan, Pacet pada 21 Oktober 2018. Belakangan dia dilaporkan karena diketahui membagikan duit Rp 20 juta untuk uang lelah massa yang hadir.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.