Dewan Pers

Dark/Light Mode

Target Menang Pemilu

Caleg Boleh Bersaing, Tak Boleh Menjatuhkan

Jumat, 25 Januari 2019 08:41 WIB
Ketua DPD Golkar Provinsi Riau, Arsyadjuliandi Rachman saat memberikan wejangan  pada caleg Golkar, Kamis (24/1). (Foto: Istimewa)
Ketua DPD Golkar Provinsi Riau, Arsyadjuliandi Rachman saat memberikan wejangan pada caleg Golkar, Kamis (24/1). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Persaingan sesama caleg Partai Golkar pada Pemilu sudah hal biasa. Untuk meraih meraih target kemenangan pemilu, persaingan antar caleg Golkar harus sehat. Jangan saling menjatuhkan. Demikian Ketua DPD Golkar Provinsi RiauArsyadjuliandi Rachman, Kamis (24/1).

Menurutnya, sesama caleg Golkar tidak boleh saling menjatuhkan dalam satu dapil. Semuanya harus bersaing sehat. “Sesama caleg itu bersaing dengan cara sehat jangan sesama partai malah tidak solid. Mari raih suara rakyat dengan cara baik jangan saling menjatuhkan,” ujar Andi Rachman sapaan akrab mantan Gubernur Riau ini.

Berita Terkait : Satgas Anti Mafia Bola Periksa Berlinton Siahaan

Untuk komposisi caleg Golkar setiap dapil memang sama-sama mumpuni. Dengan komposisi ini diharapkan suara masyarakat bisa diraih Golkar. “Seperti di Pekanbaru, caleg maju itu kader Golkar mumpuni di masyarakat. Ini lebih bagus, berjuang masing-masing untuk raih suara,” jelasnya.

Sebagai partai pemenang pada Pemilu 2014 di Riau, ternyata Golkar memiliki target besar di Pemilu 2019. Setiap dapil, Golkar menarget tambah kursi. “Memang butuh kerja keras semua caleg dan kader untuk mencapai itu. Ya, kita targetkan setiap dapil bertambah kursi,” paparnya.

Berita Terkait : Sesama Caleg Nasdem Tak Boleh Saling Sikut

Guna mencapai tujuan itu, Golkar memberi tugas kepada caleg untuk mendekati hati masyarakat jika Golkar merupakan partai membela masyarakat. “Menjaga konstituen dan caleg kita sudah bergerak sejak lama dan inilah sebagai strategi meraih kemenangan dan menambah kursi,” ujarnya.

Kemudian untuk caleg baru, menurut Andi Rachman cukup bagus dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga ini bisa mendongkrak suara Golkar dalam penambahan kursi. “Yang petahana atau incumbent terus menjaga konstituen.
 Selanjutnya