Dark/Light Mode

Puluhan Kader Berdarah-darah

Kongres PAN Bikin Malu

Selasa, 11 Februari 2020 14:59 WIB
Puluhan kader PAN kocar kacir akibat bentrok fisik dan saling lempar kursi di area Kongres PAN yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2). (Foto: Istimewa)
Puluhan kader PAN kocar kacir akibat bentrok fisik dan saling lempar kursi di area Kongres PAN yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari kedua Kongres PAN berlangsung ricuh dan bersimbah darah. 30 orang pendukung Mulfacri Harahap, terluka akibat dilempari kursi. Kongres Matahari Putih besutan Amien Rais bikin malu.

Politikus PAN Asri Anas mengatakan, keributan diawali keinginan kubu Mulfachri menginginkan untuk sterilisasi ruang rapat. Bagi yang tidak memiliki hak suara, katanya tidak dibolehkan untuk memasuki ruangan. Hal ini sesuai dengan aturan yang telah disepakati.

Baca juga : Jokowi: Perempuan Berdaya Adalah Wujud Indonesia Maju

"Tapi banyak dari mereka yang enggak mau keluar dari ruangan. Akibatnya, betrok fisik terjadi. Dari kami ada sekitar 30 korban. Mereka berdarah darah," kata bekas Senator dari Sulawesi Tenggara itu.

Dia mengungkap, bahwa korban paling banyak terluka di bagian kepala karena dilempari kursi. Saat ini, mereka tengah mendapatkan perawatan khusus dari tim media di ruangan.

Baca juga : Ratusan Orang Hadiri Pagelaran Budaya Indonesia di Vatikan

 

Tampak korban berdarah-darah akibat bentrok fisik di Kongres PAN ke-5, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2). (Foto: Istimewa)

Karena itu, Asri berharap aparat keamanan turun tangan dan mengosongkan dulu tempat rapat untuk sementara. Jangan sampai, bentrokan terus terjadi.

Baca juga : Airlangga Ingin Kader Golkar Tahu Tugas di Munas

"Kemudian, kami berharap ruang rapat hanya diisi oleh peserta sidang. Jangan ada orang yang tidak punya kepentingan masuk ke ruang sidang," tegasnya. [QAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.