Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Prabowo Subianto bikin pidato. Tapi kali ini isinya bukan jelek-jelekin Presiden Jokowi. Pidatonya justru muji-muji Jokowi setinggi langit. Prabowo yang dulu galak kini tinggal kenangan.
Ketua Umum Gerindra itu pidato dari ruang kerja pribadinya yang ada lukisan Jenderal Besar Soedirman. Eks Danjen Kopassus itu tampil dengan setelan khasnya, kemeja safari warna krem dengan rambut tersisir rapi.
Video Prabowo pidato diunggah di akun media sosial resmi Partai Gerindra, Rabu malam. “Enam bulan masuk pemerintah, Prabowo: Saya tidak mau menjadi bagian perpecahan,” tulis @Gerindra di Twitter, memberikan pengantar video tersebut. Durasi video tersebut cukup panjang. Sekitar 18 menit.
Di masa-masa pilpres dulu, tayangan Prabowo berpidato seperti itu kerap muncul. Lewat video, Prabowo berkomunikasi dengan para pendukungnya. Atau menyoroti isu-isu termutakhir sambil melayangkan kritik. Hanya saja, isi pidato kali ini berbeda.
Baca juga : Konflik Internal, Barcelona Diambang Kebangkrutan
Apa isinya? Secara umum isi pidato Prabowo itu semacam maklumat kepada para kader dan simpatisan Gerindra dalam menghadapi pandemi virus corona. Di sisi lain, Menteri Pertahanan itu memuji-muji Jokowi setinggi langit. Prabowo mengawali pidato dengan memohon maaf karena baru kali ini lagi muncul setelah 6 bulan menghilang. Setelah itu, Prabowo mengomentari kebijakan pemerintah.
Menurut dia, setiap keputusan Jokowi dalam menghadapi pandemi sudah tepat dan baik. “Saya bersaksi bahwa beliau (Jokowi) terus berjuang demi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. Saya melihat dari dekat cara-cara pengambilan keputusan beliau, dan selalu yang menjadi dasar pemikiran beliau adalah keselamatan rakyat yang paling miskin dan rakyat yang paling lemah,” kata Prabowo.
Karena itu, sebagai pemimpin partai, ia meminta seluruh kader untuk percaya kepada pemerintah. Kata dia, pemerintah tidak akan mungkin mengambil keputusan yang merugikan rakyat, bangsa, dan negara. Ia juga minta semua pihak untuk bersatu menghadapi pandemi. Harus tetap semangat dan tidak boleh sampai berputus asa.
Dalam keadaan merisaukan ini, yang dibutuhkan adalah ketegaran, keberanian. “Dan yang paling utama adalah rasa persaudaraan, rasa persatuan, kita harus kompak,” ucapnya.
Baca juga : Jika PHK Dibiarkan, Angka Kemiskinan Akan Melebar
Ia berpendapat, bahwa rakyat dan pemerintah harus saling mendukung, bukan saling menyalahkan. Sebagai manusia, pasti seseorang pernah membuat kesalahan. Di saat seperti ini yang dibutuhkan adalah saling memperbaiki. “Bukan kita caci maki, bukan kita marah marah, bukan kita mengejek,” ucapnya.
Prabowo mengungkapkan alasannya bergabung dengan pemerintah karena tidak ingin ada perpecahan. Ia juga telah memutuskan untuk melakukan langkah besar berupa rekonsiliasi nasional.
Meski sempat berlawanan dengan Jokowi dalam dua kali Pilpres, Prabowo menegaskan, lawan politik bukan musuh melainkan masih saudara. Ia mengingatkan apapun permasalahan di Indonesia saat ini tak boleh ada perpecahan yang terjadi.
“Saya tidak mau merupakan bagian dari perpecahan itu. Berapa pun ongkos yang harus kita bayar, betapapun sedihnya perasaan kita harus kita ke sampingkan demi kepentingan yang lebih besar. Untuk itu kita sekarang bekerja sama dengan Presiden Jokowi,” ucap Prabowo.
Baca juga : Makin Perkasa, Rupiah Ngacir Tinggalin Dolar
Sampai tadi malam, video yang juga diunggah di akun Youtube @gerindra TV itu sudah ditonton sebanyak 11 ribu kali. Sebanyak 624 pengguna memberikan tanda jempol alias suka. Dan 15 pengguna lainnya memberikan jempol terbalik.
Warganet riuh menanggapi pidato tersebut. Politisi Demokrat, Rachland Nashidik melihat, Prabowo memanfaatkan situasi untuk kepentingan dirinya sendiri. “Pak Prabowo berusaha memulihkan kepercayaan publik pada Pak Jokowi. Tapi sebenarnya, ia sedang berusaha memulihkan kepercayaan publik pada dirinya sendiri,” cuit @rachlannashidik.
Andi Arief ikutan meledek. Selama 12 jam saya menangis haru mendengar penjelasan Pak Prabowo soal Pak Jokowi. Air mata tumpah 7 liter,” kicaunya di akun @andiarief__. @ luviku. Dia bilang, Prabowo yang galak yang tegas kini bilang tinggal kenangan. “Pak Prabowo jarang ngetuit, sekalinya ngetuit jualan madu,” kicaunya. “Timbul tenggelam bersama rakyat. Rakyatnya tenggelam dianya naik kapal,” timpal@babang30.
Pengamat Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, pidato tersebut sebagai bentuk dukungan total Gerindra yang bergabung dengan pemerintah. Kata dia, pemerintah saat ini sedang dalam tekanan dari publik. Pemerintah dianggap kurang siap dalam menghadapi pandemi corona. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya