Dark/Light Mode

Amien Berkali-kali Nolak Ketemu Zul, Bapak Reformasi Kok Jadi Begini

Sabtu, 25 Juli 2020 06:59 WIB
Zulkifli Hasan dan Amien Rais. (Foto: net)
Zulkifli Hasan dan Amien Rais. (Foto: net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hubungan Amien Rais dan Zulkifli Hasan masih belum akur pasca kongres PAN, beberapa waktu lalu. Zul berharap bisa baikan dengan besannya itu. Berkali-kali, Zul ingin silaturahmi, tapi berkali-kali itu juga  Amien menolaknya. Duh, kok jadi begini ya Bapak Reformasi kita ini.

Sejak Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Februari lalu, Amien dan Zul belum pernah bersua. Padahal Zul tak segan mengutarakan niatnya untuk bertemu dengan mantan Ketua MPR itu.

"Bang Zul selalu cerita sama kita, Bang Zul selalu minta waktu ke Pak Amien, tapi Pak Amien yang belum memberi waktu," kata Wakil Ketua Umum PAN, Yandri Susanto  di Jakarta, kemarin.

Sebagai junior, sambungnya, Zul lebih memilih mengikuti kemauan Amien, kapan bisa bersilaturahmi. Sayangnya, niat baik Zul tidak pernah direspon Amien. 

Baca juga : Kementan: Arsip Berbasis IT Menjadi Kunci Reformasi Birokrasi Di The New Normal

"Bukan Bang Zul  yang enggak mau ketemu Pak Amien. Bang Zul dari pasca Kongres di Kendari sudah minta waktu terus dengan Pak Amien untuk silaturahmi, untuk mengobrol dari hati ke hati. Tapi belum diberi waktu," ucap Yandri.

Terkait pengakuan Amien yang dipecat PAN, Yandri meluruskan bahwa tidak ada satu pun pengurus PAN yang berhak memecat sesepuh partai berlambang Matahari itu. "Enggak ada yang berani mecat Pak Amien. Nggak ada. Siapa juga yang berani,” sebut Yandri. 

Sebelumnya, Amien menyebut dirinya kini sudah tidak ada di PAN. Amien mengaku dikeluarkan dari partai yang didirikannya pada 23 Agustus 1998 itu.

Yandri menegaskan, pemecatan Amien itu tidak benar meskipun di struktur PAN tidak ada lagi nama Amien. Perlu diingat, Amien merupakan tokoh sentral PAN. Amien juga pendiri dan deklarator PAN. Jasanya sudah sangat banyak di PAN ini. "Nggak mungkin ada pemecatan Pak Amien dari PAN," jelasnya.

Baca juga : Modernland Berikan Paket Sembako Pada Warga Terdampak Corona di Jaktim

Sementara itu, loyalis Amien, Agung Mozin menuturkan, Zul dan loyalisnya sudah sejak lama tidak menginginkan keberadaan Amien di PAN. "Mereka itu tidak menginginkan pak Amien di dalam partai," ujar Agung, kemarin. 

Agung menjelaskan, keinginan mengeluarkan Amien dari PAN karena arah politik PAN yang mendekati kekuasaan. Amien dianggap mengganggu keinginan pengurus untuk bergabung dengan kekuasaan.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurniasyah, penolakan Amien menandai dua hal. Pertama, Amien meyakini jika Zul ingin membawa PAN lunak pada pemerintah. Sementara Amien meyakini jika pemerintah dalam kondisi yang layak untuk ditekan. "Nah PAN diharapkan menjadi kelompok penekan itu," imbuhnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Kedua rivalitas kontestasi Ketum PAN yang beberapa bulan lalu dimenangkan Zul. Agar semakin berwibawa, Amien merasa perlu untuk menegaskan jika hubungannya dengan PAN perlu diakhiri. "Amien merasa jalur politiknya sudah berbeda," pungkasnya.

Baca juga : Di WEF, Menperin Ajak Kolaborasi Kerek Daya Saing Industri

Melihat sikap Amien yang tidak mau bertemu Zul, netizen pun bertanya-tanya. Apalagi publik mengetahui bahwa keduanya adalah besanan. "Ah yang bener," kata @warto19616157. "Bukannya besanan," bingung @EsTehPa04392779. 

@AlsNugrahaa menyayangkan sikap Amien tersebut. Padahal Zul ingin bertemu. “Bapak reformasi kenapa jadi begini," cuitnya. Ada juga yang memuji pengkuan Amien bahwa dirinya sudah dipecat PAN. "Semangat Prof...tetaplah berdiri di atas kebenaran dan teruslah lantang bersuara kebenaran walau hanya sendiri," tutur @Hasan01161309. Akun @Bangica90550761 mengatakan PAN kalang kabut setelah Amien memberikan pengakuan mengejutkan. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.