Dark/Light Mode

Musda Golkar Bekasi Mesti Kedepankan Etika dan Moral

Selasa, 1 September 2020 14:40 WIB
Direktur Eksekutif Center for Public Policy Studies (CPPS) Institut STIAMI Jakarta, Bambang Istianto. [Foto: Dokumen/suarakarya.id]
Direktur Eksekutif Center for Public Policy Studies (CPPS) Institut STIAMI Jakarta, Bambang Istianto. [Foto: Dokumen/suarakarya.id]

RM.id  Rakyat Merdeka - Suksesi kepemimpinan di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi mencerminkan rivalitas yang cukup sengit. Dinamika politik dalam tubuh Gokar Kota Bekasi ini mesti dicermati dan disikapi dengan hati-hati oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

"Sebaiknya jangan sampai salah memilih Ketua DPD Golkar Kota Bekasi,” kata Direktur Eksekutif Center of Public Policy Studies (CPPS) Institut Ilmu Sosial dan Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (Institut STIAMI) Bambang Istianto di Jakarta, Senin (31/8).

Bambang menilai, Golkar sebagai partai kader dan terbuka sudah terbiasa dengan tingginya dinamika politik dalam menghadapi suksesi pimpinan, apalagi diikuti dengan kontestasi Pilkada dan Pemilu pada 2024.

Berita Terkait : Musda DPD Golkar Bekasi Mesti Junjung Etika Dan Moral

Untuk itu, kata dia, wajar terjadi berbagai peristiwa dan intrik politik jelang suksesi kepemimpinan sebagaimana saat ini terjadi di DPD Kota Bekasi. Namun semua pihak, terutama elite partai harus tetap mengedepankan etika dan moral.

Menurutnya, Golkar sudah pasti memiliki kriteria dan standar jelas siapa yang berhak menjadi pimpinan partai di daerah (Kota Bekasi) tersebut. Kriteria yang paling dijunjung tinggi yaitu etika dan moral.

Dalam kaitan itu, lanjutnya, penundaan Musda DPD Partai Gokar Kota Bekasi merupakan suatu kewajaran terkait diperlukannya waktu agar tidak terjadi salah pilih dalam menentukan pimpinan. DPP Partai Golkar sangat berperan menjaga etika dan moral.

Baca Juga : Jokowi Minta Para Gubernur Kerja Keras Turunkan Angka Kematian Pasien Covid

“DPP Golkar sudah dipastikan tidak akan memaksakan diri ikut mendukung pencalonan (salah satu) kadernya, yang diduga memalsukan ijazah, dalam pemilihan Ketua DPD Golkar Kota Bekasi yang sempat tertunda," tegasnya.

Pertimbangan tersebut, kata dia sudah seharusnya dilakukan dalam rangka menjaga marwah partai sebagai partai politik terbesar nomor dua di Indonesia.

Suksesi kepemimpinan di tubuh Partai Gokar Kota Bekasi dinilai strategis dalam percaturan politik di wilayah Jawa Barat dan secara nasional menjelang Pemilihan Presiden 2024.

Baca Juga : Daftar Ke KPU, Paslon Pilkada Wajib Serahkan Tes PCR

Seperti diketahui, kata Bambang, dalam suksesi tersebut muncul kandidat Ketua DPD Golkar Kota Bekasi yaitu Novel Saleh Hilabi, TB. Hendra Suherman, Ade Puspitasari dan H. Zainul Miftah. [EDY]