Dark/Light Mode

Partai Ummat Akan Deklarasi Di Awal 2021

Amien Rais Ogah Pusing Soal Duit Dan Cukong Partai

Minggu, 29 Nopember 2020 05:42 WIB
Amien Rais. (Ist)
Amien Rais. (Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Ummat yang didirikan Amien Rais akan dideklarasikan pada Januari 2021. Soal sokongan dana, tentu menjadi masalah penting, karena urusan hidup matinya partai.

Tapi, tokoh reformasi ini tidak mau ambil pusing. Urusan duit, dia serahkan sepenuhnya pada Allah SWT.

“Tadi ditanya, siapa cukongnya Partai Ummat, Pak Amien? Cukongnya segala cukong itu Allah SWT. Jadi saya yakin mengenai dana, kalau Allah sudah membuka, itu ada saja,” kata Amien di acara ‘Kuliah Politik untuk Ummat’ yang disiarkan secara daring, kemarin.

Dia menyebut pemodal partai politik itu adalah cukong. Pertanyaan soal siapa cukong Partai Ummat itu dia dapat di sebuah pengajian. Amien mengaku kaget dengan pertanyaan ini.

Baca Juga : Berat Badannya Beda, Bayarannya Juga Beda

Dia pun berkelakar. Cukong dari segala cukong itu adalah Allah SWT. “Jadi, cukongnya Partai Ummat yakni cukongnya cukong. Cukongnya Obama juga, cukongnya Donald Trump juga, juga cukongnya Pak Jokowi, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala,” katanya.

Soal Partai Ummat, Amien kembali mencicil informasi baru. Dikatakan, partainya akan launching pada Januari 2021. Tanggalnya, belum dipastikan. Namun, persiapan sudah berjalan.

Sudah ada mukadimah, logo partai, mars partai, hingga narasi perjuangan. Besar harapan Amien agar partainya ini didukung oleh beragam lintas kalangan.

Sebagai tokoh organisasi Muhammadiyah, Amien berharap tidak hanya kalangan Muhammadiyah saja yang ikut bergabung. Semua pihak dipersilakan bergabung. Berjuang bersama-sama.

Baca Juga : Barcelona Vs Osasuna, Blaugrana Sekarat

“Partai Ummat itu jangan hanya Muhammadiyah. Tidak cukup kuat juga. Jadi Muhammadiyah plus, plus,” ungkapnya.

Mengenai siapa saja tokoh yang akan bergabung dengan Partai Ummat, Amien masih merahasiakannya. Dia hanya menjanjikan partai barunya itu terdiri dari tokoh-tokoh lintas kalangan.

“Nanti nama-nama di Partai Ummat itu selain tokoh Muhammadiyah, nanti Bapakbapak, Ibu-ibu mengetahui akan kita rangkul dari berbagai kalangan,” katanya.

Di acara itu, Amien juga sempat bercerita tentang proses terbentuknya Partai Amanat Nasional (PAN), partai yang kini dia tinggalkan. Amien bercerita, saat mendirikan PAN muncul dua opini berbeda tentang azas partai.

Baca Juga : Satgas Covid Kota Bogor Laporkan Dirut Dan Manajemen RS UMMI Ke Polisi

Yaitu, azas Islam dan keagamaan rahmatan lil alamin. Alhasil, dipilih azas keagamaan rahmatan lil alamin.

Dia berkelakar, ini keputusan yang banci. Pasalnya, keputusan kala itu diputuskan dengan dasar masyarakat yang percaya pluralisme akan menganggap partai Islam condong ke ekstrim kanan.

“Sementara rakyat Indonesia itu masih percaya plurarisme. Kemudian takut kalau agama dijadikan rujukan menjadi ekstrim dan lain-lain, maka keputusan itu keputusan yang banci,” kelakarnya.
 Selanjutnya