Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Jokowi tak kecewa dengan hasil tersebut. Karena, menurut dia, hasil survei bisa bikin tim kampanye lebih waspada dengan pergerakan lawan. "Hasil (survei) yang baik justru akan melemahkan kita. Jadi tidak waspada. Hasil survei yang tidak baik atau kecil bisa mendorong memicu seluruh relawan kader untuk bekerja lebih militan lagi," katanya.
Hal senada disampaikan Cawapres Ma’ruf Amin. Dia bilang, hasil survei bukan hanya Kompas saja. Ada juga SMRC, LSI dan sebagainya. Dan dari beberapa survei itu diketahui Jokowi-Ma’ruf masih unggul. “Sekarang kita ambil tengahnya saja,” kata Ma’ruf di sela kampanye ke Balikpapan, Kalimatan Timur, Rabu (20/3). Ma'ruf mendorong TKN dan relawan sayap pendukung pasangan nomor urut 01 untuk bergerak lebih efektif lagi, sehingga bisa mendongkrak elektabilitasnya.
Baca juga : 3 Desa Dibantu Kemendes
Jubur TKN Jokow-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily mengatakan pihaknya menanggapi hasil survei tersebut dengan objektif, tidak apriori. Kata dia, pernyataan 01 berbeda dengan kubu 02 melihat survei dengan sinis, penuh apriori, bahkan sampai mengeluarkan survei internal yang bertolak belakang dari sebagian besar hasil lembaga survei. "TKN optimis dengan semua hasil survei, kecuali survei internal BPN 02. Survei itu menunjukkan bahwa hoaks, fitnah yang disemburkan tidak membuat masyarakat goyah untuk tetap mendukung Pak Jokowi," kata Ace, Rabu (20/3).
Sementara, Cawapres Sandiaga Uno sumringah dengah hasil tersebut. Menurut dia, hasil survei itu tak jauh beda dengan hasil survei yang dilakukan tim internalnya. Hasil itu menjadi pemompa semangat tim untuk bergerak lebih cepat. “Tinggal hitungan minggu, 4 minggu lagi tanggal 17 April. Saya sekarang menyiapkan untuk sprint karena ini sudah mendekati garis finish," kata Sandi di kawasan Bulungan, Jakarta, Rabu (20/3).
Baca juga : PKB Makin Ngetop Di Kalangan Wong Cilik
Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon mengatakan, dari hasil survei itu sudah diketahui akhir pertarungan pilpres kali ini. Menurut dia, Jokowi-Ma’ruf sudah tidak aman. Sebab, elektabilitasnya di bawah angka 50 persen. Artinya petahana tak memiliki peluang untuk memenangkan pilpres.
Wakil Ketua DPR ini mengaku tak puas dengan survei Kompas tersebut. Karena menurut dia, dari hasil survei yang dilakukan tim internal, elektabilitas jagoannya sudah melampaui Jokowi-Ma'ruf walaupun masih tipis. “Kami sangat optimis Prabowo-Sandi leading,” ujarnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya