Dark/Light Mode

Koko Apa Jas, Mana Yang Pas?

Cebong Dan Kampret Ributin Baju Capres

Kamis, 28 Maret 2019 10:27 WIB
Debat Capres Cawapres Pertama di Hotel Bidakara, Kamis (17/1). (Foto; Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka).
Debat Capres Cawapres Pertama di Hotel Bidakara, Kamis (17/1). (Foto; Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka).

 Sebelumnya 
Sementara, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi kompak membalas sindiran Jokowi. Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso mengatakan, ada alasan kenapa capres-cawapres jagoannya memilih pakaian stelan jas, dasi dan peci di kertas suara.  Kata dia, Prabowo-Sandi ingin menampilkan diri sebagai sosok pemimpin yang akan membawa kewibawaan nasional.

Priyo mengatakan, peci hitam yang dikenakan merupakan gambaran masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Ditambah dengan gelar haji di kolom nama, keduanya ingin merepresentasikan diri sebagai pemimpin nasional dan relegius.

Baca juga : MUI Ditantang Haramkan Panggil Cebong dan Kampret

Sementara penggunaan dasi dan jas, selain untuk menunjukkan kewibawaan juga untuk menghindari eksploitasi simbol-simbol agama dan baju adat tertentu. “Kami meyakini tidak harus terlalu mengkesploitasi dengan menunjukkan keislaman dengan baju muslim atau baju adat tertentu. Kami hindari itu. Sengaja kami tidak memilih itu," kata Priyo, kemarin.

Sementara Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Simanjuntak balik menyindir omongan Jokowi yang menyebut jas adalah pakaian orang Eropa dan Amerika. Dia mengutip PP No.71/2018 tentang Tata Pakaian pada Acara Kenegaraan dan Acara Resmi. Dalam aturan itu disebutkan dalam acara kenegaraan laki-laki diwajibkan menggunakan pakaian Sipil Nasional yaitu jas hitam dengan kemeja putih di dalamnya. “Foto resmi Presiden pun mengenakan jas lengkap.

Baca juga : Jokowi Disambut Ribuan Pengusaha

Apakah Presiden ikut-ikutan Eropa,” cuitnya di akun @Dahnilanzar. Bekas Ketum PP Pemuda Muhammadiyah ini lalu mengunggah foto Bung Karno dan Bung Hatta dalam stelan jas lengkap. Dalam foto itu, Bung Karno tampil dalam balutan jas khasnya yang berkantong empat. “Bapak Bangsa kita, semua mengenakan jas,” ungkap Dahnil.

Sebagian warganet pun membuat tagar  #PresidenSayaPakaiJas untuk menyindir. Dalam unggahan tagar tersebut diunggah foto-foto Presiden Indonesia dalam balutan jas. Mulai dari Soekarno, Soeharto, Habibie sampai Jokowi.

Baca juga : Pedagang Pasar Saweran Danai Kampanye Jokowi

Anggota TKN Jokowi-Ma'ruf Tiurmaida Tampubolon mengatakan, alasan Jokowi berpakaian putih itu adalah contoh konkret dalam kesederhanaan. “Menghormati rakyat itu harus dipraktikkan dengan memberikan suri teladan dan kebaikan bagi rakyat," kata Tiur yang juga politikus Hanura itu. Kata dia, berpakaian sederhana yang bisa digapai rakyat kebanyakan adalah contoh suri tauladan pemimpin. “Bukan dengan setelan jas mahal sampai puluhan juta, sementara umumnya rakyat Indonesia belum mampu membelinya," imbuh Tiur.

Sementara, KPU mempersilakan relawan dari kedua kubu untuk memutihkan TPS saat hari pencoblosan Pemilu 2019. Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan pakaian putih bukan atribut kampanye selama tidak mencantumkan identitas peserta Pemilu. Jadi pihaknya tidak bisa melarang. “KPU berpegang pada batasan yang sudah diatur. Yang sudah diatur adalah tidak boleh melakukan kampanye atau tidak boleh ada atribut di sekitar area TPS, baik di dalam maupun sekitar," kata Viryan, kemarin. [BCG] 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.