Dark/Light Mode

Luruskan Soal Cuitannya

Rachland: Saya Murid Gus Dur

Selasa, 23 Februari 2021 00:33 WIB
Politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik. (Foto: ist)
Politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik. (Foto: ist)

 Sebelumnya 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun saat itu memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang selama tujuh hari. "Terus terang saja, mengingat kedekatan hubungan saya dengan Gus Dur, saya membayangkan, mungkin beliau akan meminta saya memberi penjelasan. Namun Gus Dur tak akan pernah mengadukan saya ke polisi, apalagi ingin melihat saya berada di balik bui," tulisnya.

Sebelumnya diberitakan, DPP Barisan Kader Gus Dur (Barikade Gus Dur) melayangkan somasi kepada Rachland Nashidik. Pangkal soalnya adalah cuitan Rachland di Twitter yang menyatakan makam Presiden Indonesia ke-4 itu dibangun dengan anggaran negara.

Cuitan itu dibuat Rachland sebagai pembanding atas polemik pembangunan Museum Susilo Bambang Yudhoyono di Pacitan, yang mendapat dana hibah Rp 9 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca juga : Kemiskinan Naik, Ini Kata Anak Buah Sri Mulyani

"Apa yang saudara katakan adalah sangat tidak benar atau tendensius dan mengada-ada dan membuat para santri Gus Dur merasa terlecehkan. Oleh karena makam Gus Dur sepenuhnya dibiayai oleh keluarga inti," kata Ketua Umum DPP Barikade Gus Dur, Priyo Sambadha dalam somasinya.

Barikade Gus Dur pun mendesak Rachland mencabut pernyataannya dan menyampaikan permohonan maaf sebelum Barikade Gus Dur melakukan tindakan hukum.

Sementara itu keluarga Gus Dur telah menerima permintaan maaf Rachland Nashidik. "Apology accepted. Bukan masalah pelanggaran harkat martabat kemanusiaan, tetapi kita juga tidak perlu over reaktif," ucap putri Gus Dur, Alissa Wahid kepada Tempo.

Baca juga : Abu Letusan Gunung Raung Bikin Bandara Banyuwangi Tutup

Alissa menilai, penjelasan dan permohonan maaf Rachland sudah cukup, dan bisa mengingatkan pendiri Perhimpunan Pendidikan Demokrasi itu berhati-hati saat akan melontarkan ucapan.

Untuk diketahui, pemerintah sebelumnya memang berencana melakukan pengembangan area makam mantan Presiden Abdurrahman Wahid di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, dibahas dalam rapat terbatas kabinet di Istana Negara, pada 20 Sepetember 2010. Pemerintah sepakat akan membuat kawasan ini senyaman mungkin bagi para peziarah yang datang.

Menurut Agung, yang akan dibangun hanyalah lingkungan di sekitar makam. Pasalnya, keluarga Gus Dur meminta agar makamnya tidak dibangun lagi sesuai dengan adat Nahdlatul Ulama. [REN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.