Dark/Light Mode

Akhirnya Bicara Soal Kudeta

SBY: Kami Tak Tergiur Uang

Kamis, 25 Februari 2021 06:30 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Humas Partai Demokrat)
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Humas Partai Demokrat)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY akhirnya bicara juga soal ancaman kudeta terhadap putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi Ketum Demokrat.

Komentar SBY disampaikan melalui video cukup panjang berdurasi 40 menitan yang disebar ke media, kemarin. Mengenakan kemeja lengan pendek warna biru muda dengan kaca mata bening, SBY menjelaskan upaya kudeta yang dilakukan sejumlah pihak untuk menggulingkan AHY.

Video itu diambil di ruang kerjanya yang dipenuhi dengan buku. Di belakang SBY, terdapat foto mendiang Ibu Ani yang terbingkai dalam pigura warna emas dan bendera Demokrat berukuran kecil.

Baca juga : Pepen Angkat Bicara Soal Acara Ulang Tahun Di Puncak

Di awal video, SBY memberi arahan dan motivasi ke para kader Demokrat agar tetap terus bersama rakyat dan menyuarakan aspirasi rakyat. Setelah itu, SBY bicara soal isu kudeta yang dia sebut gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD).

Ia menyebut gerakan ini hakikatnya ingin mendongkel dan merebut kepemimpinan partai yang sah. Kemudian menggantinya dengan orang luar yang bukan kader Demokrat yang bersekongkol dengan segelintir kader dan mantan kader yang bermasalah.

“Kalau gerakan ini berhasil karena ada yang ingin membeli partai kita dan kemudian ada fasilitatornya, partai kita bisa mengalami kegelapan. Partai kita bisa diobrak-abrik,” kata SBY mengingatkan kepada para pihak luar untuk tidak usah mengganggu Demokrat. Dia menegaskan, Demokrat bukan partai yang tergiur dengan uang. Demokrat not for sale. “Partai kami bukan untuk diperjualbelikan, meskipun Partai Demokrat bukan partai yang kaya raya dari segi materi. Kami tidak tergiur dengan uang Anda, berapa pun besarnya,” tegas SBY.

Baca juga : PAN Minta Putusan MA Soal Sengketa Pilkada Bandar Lampung Bisa Ditinjau Ulang

Terakhir, SBY menegaskan akan tetap menjadi kader Partai Demokrat, dan akan menghadapi siapa pun yang akan mengganggu, merusak, merebut, dan menghancurkan partai yang didirikannya 20 tahun lalu itu.

“Ini sumpah saya, sumpah dan kesetiaan saya di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Kesetiaan terhadap partai, inilah darah saya,” imbuhnya.

Soal dalang yang ingin mengacaukan Demokrat, SBY mengatakan, pelakunya adalah kader dan mantan kader. SBY tak ragu juga menyebut nama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, sebagai pihak luar yang ingin melakukan GPK PD.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.